"Kamu adalah garam dunia. Jika garam itu menjadi tawar, dengan apakah ia diasinkan? Tidak ada lagi gunanya selain dibuang dan diinjak orang… Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga."— Matius 5:13, 16
Tuhan menetapkan setiap anak-Nya, yaitu orang-orang yang sudah ditebus oleh darah Kristus, untuk menjadi saksi-saksi-Nya (Kisah Para Rasul 1:8). Bersaksi bagi orang Kristen berarti menjadi berkat (menjadi garam dunia) dan menceritakan kepada orang lain segala perbuatan Allah yang ajaib yang dialami dalam hidupnya, terutama tentang Injil, yaitu kuasa Allah yang menyelamatkan.
Bersaksi yang baik adalah bersaksi yang dimotivasi oleh kasih, pengertian dan keinginan tulus di dalam melakukannya (2 Korintus 5:14-15). Tujuan dari bersaksi adalah supaya orang lain bisa mengenal Kristus sehingga nama TUHAN dimuliakan.
Sebab kasih Kristus yang menguasai kami, karena kami telah mengerti, bahwa jika satu orang sudah mati untuk semua orang, maka mereka semua sudah mati. Dan Kristus telah mati untuk semua orang, supaya mereka yang hidup, tidak lagi hidup untuk dirinya sendiri, tetapi untuk Dia, yang telah mati dan telah dibangkitkan untuk mereka.
Menyedihkan untuk mengatakan bahwa terlalu banyak legalisme dan perasaan bersalah yang keliru telah dipakai untuk mengusahakan dan mendorong orang untuk bersaksi bagi Kristus. Kedua hal itu merupakan motivator yang buruk dengan akibat sampingan yang merusak.
Untuk menjadi seorang saksi yang berhasil, kita harus mengetahui kuncinya, yaitu bahwa kita ditetapkan menjadi saksi. Kita bukan sedang melakukan program kegiatan bersaksi, yang artinya ada waktunya bersaksi dan ada waktunya tidak bersaksi. Tetapi setiap waktu, setiap saat, di manapun dan kapanpun kita adalah saksi-saksi Kristus. Setiap orang Kristen adalah saksi, entah saksi yang baik atau saksi yang buruk, tergantung dari bagaimana cara hidupnya.
"Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi."
— Kisah Para Rasul 1:8
Ada 3 cara bersaksi yang tidak boleh dipisahkan satu dengan yang lainnya. Semuanya harus menjadi satu kesatuan:
Kasih adalah ciri utama seorang Kristen.
Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong. Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri. Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain. Ia tidak bersukacita karena ketidakadilan, tetapi karena kebenaran. Ia menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu.
Aku memberikan perintah baru kepada kamu, yaitu supaya kamu saling mengasihi; sama seperti Aku telah mengasihi kamu demikian pula kamu harus saling mengasihi. Dengan demikian semua orang akan tahu, bahwa kamu adalah murid-murid-Ku, yaitu jikalau kamu saling mengasihi.
Ada orang-orang yang tidak pernah membaca Alkitab dan jarang menghadiri kebaktian gereja. Jika kita menginginkan mereka mengetahui apa yang dapat Kristus lakukan bagi mereka, biarlah mereka melihat apa yang telah Kristus lakukan bagi Anda.
Perbuatan kita akan selalu dilihat orang dan orang akan menilai baik atau buruknya perbuatan kita tersebut.
Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga.
Adakah kami mulai lagi memujikan diri kami sendiri? Atau adakah kami, seperti orang-orang lain, memerlukan surat pujian kepada kamu atau dari kamu? Kamu adalah surat pujian kami yang tertulis dalam hati kami dan yang dikenal dan yang dapat dibaca oleh semua orang. Karena telah ternyata, bahwa kamu adalah surat Kristus, yang ditulis oleh pelayanan kami, ditulis bukan dengan tinta, tetapi dengan Roh dari Allah yang hidup, bukan pada loh-loh batu, melainkan pada loh-loh daging, yaitu di dalam hati manusia.
Bagaimanapun, berita keselamatan harus diceritakan kepada semua orang. Untuk itu diperlukan kesaksian melalui perkataan mulut kita.
Jawabnya: "Aku tidak tahu apakah Ia orang berdosa. Tetapi satu hal aku tahu, yaitu bahwa aku tadinya buta dan sekarang dapat melihat."
Dan perkataanku dan pemberitaanku tidak kusampaikan dengan kata-kata hikmat yang meyakinkan, tetapi dengan keyakinan akan kekuatan Roh, supaya iman kamu jangan bergantung pada hikmat manusia, tetapi pada kekuatan Allah.
Untuk menjadi saksi yang efektif bagi Kristus dan pemberita pesan-Nya yang efektif, kita harus jujur dan realistis dalam pernyataan kita dan juga terhadap diri kita sendiri. Kalau tidak demikian, kita merupakan saksi palsu dan hal itu tidak banyak menambah kredibilitas diri kita sebagai orang Kristen.
Berbicara benar, bekerja benar, hidup benar adalah apa yang membuat orang dapat dipercaya. Dan keadaan dapat dipercaya disertai keadaan dipenuhi Roh Kudus adalah yang membuat pemberita Kristen sungguh-sungguh efektif. Kita hanya dapat dipenuhi Roh Kudus sejauh kita bersikap jujur terhadap diri kita karena Roh Kudus adalah Roh Kebenaran (Yohanes 16:13).
Tetapi apabila Ia datang, yaitu Roh Kebenaran, Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran; sebab Ia tidak akan berkata-kata dari diri-Nya sendiri, tetapi segala sesuatu yang didengar-Nya itulah yang akan dikatakan-Nya dan Ia akan memberitakan kepadamu hal-hal yang akan datang.
Dalam bersaksi kita harus mengatakan apa yang sebenarnya dengan tidak melebih-lebihkan kejadian atau pengalaman kita bersama dengan Kristus.
Karena itu buanglah segala kejahatan, segala tipu muslihat dan segala macam kemunafikan, kedengkian dan fitnah.
Untuk menjadi saksi Kristus yang efektif, kita perlu bersikap terbuka dan jujur terhadap diri kita sendiri, terhadap orang lain dan terhadap Allah. Tidak ada jalan lain.
Dengan menceritakan bagaimana Anda bertobat dan lahir baru merupakan salah satu cara terbaik untuk bersaksi, terutama terhadap saudara dan teman-teman dekat. Dalam menyaksikan pengalaman Anda, ikutilah petunjuk berikut ini:
"Sebab yang sangat penting telah kusampaikan kepadamu, yaitu apa yang telah kuterima sendiri, ialah bahwa Kristus telah mati karena dosa-dosa kita, sesuai dengan Kitab Suci, bahwa Ia telah dikuburkan, dan bahwa Ia telah dibangkitkan, pada hari yang ketiga, sesuai dengan Kitab Suci…"
Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi.
Tulislah kesaksian Anda sebagaimana yang ingin Anda ceritakan kepada seseorang yang belum lahir baru. Berdoalah supaya TUHAN memberi kesempatan untuk menceritakan kepada dua atau tiga orang tertentu, yang kepadanya Anda ingin menceritakan mengenai Yesus Kristus, baik itu di lingkungan keluarga, pekerjaan atau sekolah.
"Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi." — Kisah Para Rasul 1:8