"Dan marilah kita saling memperhatikan supaya kita saling mendorong dalam kasih dan dalam pekerjaan baik. Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita, seperti dibiasakan oleh beberapa orang, tetapi marilah kita saling menasihati, dan semakin giat melakukannya menjelang hari Tuhan yang mendekat."— Ibrani 10:24-25
Ketika kita menerima Yesus Kristus dan dilahirkan baru, kita dilahirkan ke dalam keluarga Allah. Sekarang kita memiliki saudara-saudari baru di dalam Kristus yang sama seperti kita yaitu orang-orang yang percaya kepada Yesus Kristus. Mereka mungkin saja berasal dari keluarga, latar belakang, daerah dan suku yang berbeda, tetapi kita semua adalah satu saudara di dalam Yesus.
Alkitab menasihatkan kita supaya kita hidup di dalam terang sehingga kita beroleh persekutuan seorang dengan yang lain oleh karena darah Kristus (1 Yohanes 1:7). Kehidupan persekutuan Kristen adalah penting karena TUHAN menciptakan kita sedemikian rupa sehingga kita saling memerlukan seorang dengan yang lain.
Persekutuan berasal dari kata koinonia dalam bahasa Yunani yang berarti saling membagi (sharing). Saling membagi berarti membuka dan memberikan hidup kita kepada orang lain.
Saling membagi meliputi memberi dan menerima. Kedua hal ini merupakan suatu kesatuan yang tidak terpisahkan dalam sebuah persekutuan yang bermakna.
Coba perhatikan ayat-ayat berikut ini. Tentukanlah dalam hal apa saja kita dapat berbagi dengan orang lain dan berikan contoh cara praktis untuk membagikannya.
Tentukanlah dalam hal apa saja kita dapat berbagi dengan orang lain dan berikan contoh cara praktis untuk membagikannya.
"Bertolong-tolonganlah menanggung bebanmu! Demikianlah kamu memenuhi hukum Kristus."
"Dan baiklah dia, yang menerima pengajaran dalam Firman, berbagi segala sesuatu yang ada padanya dengan orang yang memberikan pengajaran itu."
"Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh. Doa orang yang benar, bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya."
"Mereka bertekun dalam pengajaran rasul-rasul dan dalam persekutuan. Dan mereka selalu berkumpul untuk memecahkan roti dan berdoa."
"Besi menajamkan besi, orang menajamkan sesamanya."
"Berdua lebih baik dari pada seorang diri, karena mereka menerima upah yang baik dalam jerih payah mereka. Karena kalau mereka jatuh, yang seorang mengangkat temannya, tetapi wai orang yang jatuh, yang tidak mempunyai orang lain untuk mengangkatnya!"
"Dan marilah kita saling memperhatikan supaya kita saling mendorong dalam kasih dan dalam pekerjaan baik. Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita, seperti dibiasakan oleh beberapa orang, tetapi marilah kita saling menasihati, dan semakin giat melakukannya menjelang hari Tuhan yang mendekat."
"Mereka bertekun dalam pengajaran rasul-rasul dan dalam persekutuan. Dan mereka selalu berkumpul untuk memecahkan roti dan berdoa."
"Dari pada-Nyalah seluruh tubuh, — yang rapi tersusun dan diikat menjadi satu oleh pelayanan semua bagiannya, sesuai dengan kadar pekerjaan tiap-tiap anggota — menerima pertumbuhannya dan membangun dirinya dalam kasih."
"…supaya kita hidup di dalam terang dan kita beroleh persekutuan seorang dengan yang lain, dan darah Yesus, Anak-Nya itu, menyucikan kita dari pada segala dosa."
— 1 Yohanes 1:7
Di dalam persekutuan dituntut kejujuran dan keterbukaan, artinya kita membiarkan orang lain mengenal pribadi kita yang sebenarnya, bukan dari segi-segi baiknya saja. Kita tidak perlu takut untuk saling membagi dengan jujur. Dalam persekutuan Kristen sejati, kita tidak perlu berusaha menutup-nutupi kekurangan-kekurangan kita. Kita dapat bersikap jujur dan terbuka karena kita berada di antara orang-orang yang juga mengalami realita pengampunan TUHAN.
Secara manusiawi, tidak mudah untuk hidup jujur dan saling terbuka. Hal ini disebabkan oleh kesombongan, iri hati, kuatir, curiga dan kebencian terhadap orang lain. Hanya Roh Kudus yang dapat menolong kita hidup dalam terang.
"tetapi jika kita hidup di dalam terang sama seperti Dia ada di dalam terang, maka kita beroleh persekutuan seorang dengan yang lain, dan darah Yesus, Anak-Nya itu, menyucikan kita dari pada segala dosa."
Coba renungkan 1 Yohanes 1:7, kemudian tuliskan kembali artinya dengan kata-kata Anda sendiri.
Orang-orang Kristen bersekutu bersama didasarkan atas kenyataan bahwa mereka adalah orang-orang berdosa yang telah menjadi ciptaan baru. Mereka telah menjadi ciptaan baru, benar, namun mereka juga adalah orang-orang yang sedang bertumbuh.
Dalam membangun sebuah hubungan kita pasti menemukan gesekan / konflik.
"Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang marah terhadap saudaranya harus dihukum; siapa yang berkata kepada saudaranya: Kafir! harus dihadapkan ke Mahkamah Agama dan siapa yang berkata: Jahil! harus diserahkan ke dalam neraka yang menyala-nyala. Sebab itu, jika engkau mempersembahkan persembahanmu di atas mezbah dan engkau teringat akan sesuatu yang ada dalam hati saudaramu terhadap engkau, tinggalkanlah persembahanmu di depan mezbah itu dan pergilah berdamai dahulu dengan saudaramu, lalu kembali untuk mempersembahkan persembahanmu itu."
"Apabila saudaramu berbuat dosa, pergilah dan tegurlah dia di bawah empat mata. Jika ia mendengarkan nasihatmu engkau telah mendapatnya kembali."
"Maka Bapa-Ku yang di sorga akan berbuat demikian juga terhadap kamu, apabila kamu masing-masing tidak mengampuni saudaramu dengan segenap hatimu."
"Hendaklah kamu selalu rendah hati, lemah lembut, dan sabar. Tunjukkanlah kasihmu dalam hal saling membantu. Dan berusahalah memelihara kesatuan Roh oleh ikatan damai sejahtera:"
"Bila Allah dapat menerima aku, apakah alasannya aku tidak dapat menerima Saudaraku? Aku harus menerima keberadaannya dan tidak menuntut dia menjadi seperti yang kuinginkan."
Tetapi kita harus INGAT! Bahwa kejujuran juga berarti menegur dosa dalam kasih. Kita ingin yang terbaik bagi Saudara kita. Dengan menegur dosanya dalam kasih, kita menolong dia bertumbuh dalam TUHAN.
Dalam Roma 12:9-21, Paulus menasihatkan kita supaya kita memiliki hubungan yang harmonis dalam persekutuan. Daftarkanlah hal-hal yang harus kita lakukan dan yang harus kita hindari dalam persekutuan.
"Hendaklah kasih itu jangan pura-pura! Jauhilah yang jahat dan lakukanlah yang baik. Hendaklah kamu saling mengasihi sebagai saudara dan saling mendahului dalam memberi hormat. Janganlah hendaknya kerajinanmu kendor, biarlah rohmu menyala-nyala dan layanilah Tuhan. Bersukacitalah dalam pengharapan, sabarlah dalam kesesakan, dan bertekunlah dalam doa! Bantulah dalam kekurangan orang-orang kudus dan usahakanlah dirimu untuk selalu memberikan tumpangan! Berkatilah siapa yang menganiaya kamu, berkatilah dan jangan mengutuk! Bersukacitalah dengan orang yang bersukacita, dan menangislah dengan orang yang menangis! Hendaklah kamu sehati sepikir dalam hidupmu bersama; janganlah kamu memikirkan perkara-perkara yang tinggi, tetapi arahkanlah dirimu kepada perkara-perkara yang sederhana. Janganlah menganggap dirimu pandai! Janganlah membalas kejahatan dengan kejahatan; lakukanlah apa yang baik bagi semua orang! Sedapat-dapatnya, kalau hal itu bergantung padamu, hiduplah dalam perdamaian dengan semua orang! Saudara-saudaraku yang kekasih, janganlah kamu sendiri menuntut pembalasan, tetapi berilah tempat kepada murka Allah… Janganlah kamu kalah terhadap kejahatan, tetapi kalahkanlah kejahatan dengan kebaikan!"
| Yang harus kita lakukan | Yang tidak boleh kita lakukan |
|---|---|
Dan marilah kita saling memperhatikan supaya kita saling mendorong dalam kasih dan dalam pekerjaan baik…