"Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran. Dengan demikian tiap-tiap manusia kepunyaan Allah diperlengkapi untuk setiap perbuatan baik."β 2 Timotius 3:16-17
Alkitab adalah sebuah buku yang paling menarik yang pernah ditulis. Alkitab telah diterjemahkan ke dalam lebih dari 1600 bahasa. Merupakan suatu kenyataan bahwa Alkitab adalah kitab yang paling banyak diserang dan dikritik. Akan tetapi penyerang-penyerang Alkitab tersebut mati dan berlalu, namun Alkitab tetap bertahan dan menjadi berkat bagi berjuta-juta manusia yang mau terbuka dan sungguh-sungguh mencari kebenaran.
"Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran."
"Yang terutama harus kamu ketahui, ialah bahwa nubuat dalam Kitab Suci tidak boleh ditafsirkan menurut kehendak sendiri, sebab tidak pernah nubuat dihasilkan oleh kehendak manusia, tetapi oleh dorongan Roh Kudus orang-orang berbicara atas nama Allah."
Itulah sebabnya sebelum membaca Alkitab kita perlu berdoa terlebih dahulu supaya TUHAN menolong dan memampukan kita untuk mengerti firman-Nya.
"Dasar firman-Mu adalah kebenaran, dan segala hukum-Mu yang adil adalah untuk selama-lamanya."
"β¦dan Kitab Suci tidak dapat dibatalkan."
"Sebab: 'Semua yang hidup adalah seperti rumput dan segala kemuliaannya seperti bunga rumput, rumput menjadi kering, dan bunga gugur, tetapi firman Tuhan tetap untuk selama-lamanya.' Inilah firman yang disampaikan Injil kepada kamu."
1. Alkitab mengatakan dirinya sebagai firman Allah. Di dalam Alkitab sendiri terdapat sekian banyak pernyataan yang membuktikan bahwa ia memang benar Firman Allah. Para penulis Alkitab pun menyatakan bahwa tulisan mereka bersumber dari Allah sendiri.
"Berfirmanlah TUHAN kepada Musa: 'Tuliskanlah segala firman ini, sebab berdasarkan firman ini telah Kubuat perjanjian dengan engkau dan dengan Israel.'"
"Pada tahun keempat pemerintahan Yoyakim bin Yosia, raja Yehuda, datanglah firman ini kepada Yeremia dari TUHAN: 'Ambillah suatu gulungan kitab dan tuliskanlah ke dalamnya segala firman yang telah Kuucapkan kepadamu tentang Israel dan Yehuda, dan tentang segala bangsa, sejak Aku berbicara kepadamu sejak zaman Yosia sampai sekarang.'"
"Sebab aku menegaskan kepadamu, saudara-saudaraku, bahwa Injil yang kuberitakan itu bukanlah injil manusia. Karena aku bukan menerimanya dari manusia, dan bukan manusia yang mengajarkannya kepadaku, tetapi aku menerimanya oleh penyataan Yesus Kristus."
2. Kesatuan isinya yang menakjubkan. Alkitab merupakan sebuah buku yang terdiri dari 66 kitab yang ditulis oleh 40 orang penulis dan dituliskan dalam jangka waktu 1500 tahun di dalam tiga bahasa β Ibrani, Arami, Yunani. Para penulisnya mempunyai latar belakang yang sangat berbeda satu dengan yang lain, di antaranya adalah raja, gembala, nelayan, nabi, tabib dan lain-lain. Walaupun secara umum penulis yang satu dan yang lain tidak pernah saling mengenal atau saling merundingkan batasan-batasan penulisan, namun mereka semua secara harmonis menuliskan satu berita yang sama, yaitu rencana kasih Allah atas manusia dengan tokoh utama YESUS KRISTUS. Semua hal ini mustahil terjadi jikalau Alkitab tidak memiliki satu Penulis Utama, yaitu Roh Kudus dari Allah.
Terdiri dari 39 Perjanjian Lama dan 27 Perjanjian Baru.
Raja, gembala, nelayan, nabi, tabib β latar belakang berbeda-beda.
Ditulis selama 15 abad, namun satu pesan yang harmonis.
Ibrani, Arami, dan Yunani β tiga bahasa, satu kebenaran.
3. Ketepatannya dalam ilmu pengetahuan.
"Dia yang bertakhta di atas bulatan bumi yang penduduknya seperti belalang; Dia yang membentangkan langit seperti kain dan memasangnya seperti kemah kediaman!"
Hal ini terbukti pada tahun 1490 Masehi, yaitu pada waktu Columbus berlayar mengelilingi dunia.
"Ia membentangkan utara di atas kehampaan, menggantungkan bumi di atas ketiadaan."
4. Ketepatan nubuat dan nilai nubuatnya tiada tara.
Pada tahun 1948 bangsa Yahudi kembali ke tanahnya dan memproklamirkan diri sebagai negara Israel β tepat seperti yang dinubuatkan ratusan tahun sebelumnya.
"Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran."
"Firman-Mu adalah pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku."
"Kamu memang sudah bersih karena firman yang telah Kukatakan kepadamu."
"Apabila aku bertemu dengan perkataan-perkataan-Mu, maka aku menikmatinya; firman-Mu itu menjadi kegirangan bagiku, dan menjadi kesukaan hatiku, sebab nama-Mu telah diserukan atasku, ya TUHAN, Allah semesta alam."
"Besarlah damai sejahtera orang-orang yang mencintai Taurat-Mu, tidak ada batu sandungan bagi mereka."
"β¦supaya aku dapat menjawab ejekan orang, sebab aku percaya kepada firman-Mu."
"Bila firman-Mu tersingkap, maka teranglah itu, memberi pengertian kepada orang-orang yang tak berpengalaman."
"Kuduskanlah mereka dalam kebenaran; firman-Mu adalah kebenaran."
"Yesus menjawab mereka: 'Kamu sesat, sebab kamu tidak mengerti Kitab Suci maupun kuasa Allah!'"
"Dengan apakah seorang muda mempertahankan kelakuannya bersih? Dengan menjaganya sesuai dengan firman-Mu."
Allah terus-menerus berbicara melalui Alkitab kepada manusia secara pribadi. Allah mengubahkan hidup mereka melalui kebenaran yang mereka dapatkan dari mempelajari Alkitab. Allah yang hidup berbicara langsung kepada umat-Nya dengan penuh otoritas melalui halaman demi halaman dalam Alkitab.
"Ada tiga hal yang harus kita pahami jika kita ingin memiliki pengenalan yang benar akan Allah: Alkitab adalah firman TUHAN yang berotoritas dan tidak mungkin salah; Kuasa Roh Kudus yang membuat kita mengerti dan menerima firman TUHAN; dan hati yang lembut dan terbuka untuk menerima firman TUHAN tersebut."
β Prinsip Memahami Alkitab
"β¦aku tidak berhenti mengucap syukur karena kamu. Dan aku selalu mengingat kamu dalam doaku, dan meminta kepada Allah Tuhan kita Yesus Kristus, yaitu Bapa yang mulia itu, supaya Ia memberikan kepadamu Roh hikmat dan wahyu untuk mengenal Dia dengan benar."
"Tetapi kamu telah beroleh pengurapan dari Yang Kudus, dan dengan demikian kamu semua mengetahuinya. β¦Sebab di dalam diri kamu tetap ada pengurapan yang telah kamu terima dari pada-Nya. Kamu tidak perlu diajar oleh siapapun juga, tetapi sebagaimana pengurapan-Nya mengajar kamu tentang segala sesuatu β dan pengajaran-Nya itu benar, tidak dusta β dan sebagaimana Ia dahulu telah mengajar kamu, demikianlah hendaknya kamu tetap tinggal di dalam Dia."
"Kita tidak menerima roh dunia, tetapi roh yang berasal dari Allah, supaya kita tahu, apa yang dikaruniakan Allah kepada kita. Dan karena kami menafsirkan hal-hal rohani kepada mereka yang mempunyai Roh, kami berkata-kata tentang karunia-karunia Allah dengan perkataan yang bukan diajarkan kepada kami oleh hikmat manusia, tetapi oleh Roh."
"Tetapi Yesus menjawab: 'Ada tertulis: Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah.' β¦Yesus berkata kepadanya: 'Ada pula tertulis: Janganlah engkau mencobai Tuhan, Allahmu!' β¦Maka berkatalah Yesus kepadanya: 'Enyahlah, Iblis! Sebab ada tertulis: Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti!'"
Hanya pengalaman secara langsung sajalah yang akan meyakinkan seseorang bahwa kata-kata dalam Alkitab adalah firman TUHAN yang otentik dan otoritatif (asli dan memiliki otoritas).
Alkitab bukanlah sebuah buku biasa. Ia adalah firman Allah yang tertulis. Cara kita memperlakukan firman TUHAN adalah merupakan gambaran dari cara kita memperlakukan TUHAN. Jika kita benar-benar mengasihi TUHAN maka kita juga pasti mengasihi firman-Nya.
"Barangsiapa memegang perintah-Ku dan melakukannya, dialah yang mengasihi Aku. Dan barangsiapa mengasihi Aku, ia akan dikasihi oleh Bapa-Ku dan Aku pun akan mengasihi dia dan akan menyatakan diri-Ku kepadanya."
"Tetapi barangsiapa menuruti firman-Nya, di dalam orang itu sungguh sudah sempurna kasih Allah. Dengan itulah kita ketahui, bahwa kita ada di dalam Dia."
"Sementara itu, sampai aku datang bertekunlah dalam membaca Kitab-kitab Suci, dalam membangun dan dalam mengajar."
"Tetapi hendaklah kamu menjadi pelaku firman dan bukan hanya pendengar saja; sebab jika tidak demikian kamu menipu diri sendiri."
Sehubungan dengan itu, ada beberapa hal yang perlu kita biasakan dalam kehidupan kita:
Sediakan waktu setiap hari secara teratur untuk membaca Alkitab. Ada beberapa alternatif yang bisa dilakukan:
Tuliskan 2 Timotius 3:16-17 berdasarkan hapalanmu: