"Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri. Akuilah Dia dalam segala lakumu, maka Ia akan meluruskan jalanmu."Amsal 3:5-6
Bimbingan TUHAN dalam Perjanjian Baru tidak sama dengan cara TUHAN membimbing dalam Perjanjian Lama. Dalam Perjanjian Lama, TUHAN membimbing bangsa Israel dari "luar" β melalui tiang api dan awan, sepuluh hukum dalam loh batu dan para nabi yang diurapi Roh TUHAN.
Sementara itu dalam Perjanjian Baru, cara TUHAN membimbing menggenapi apa yang difirmankan-Nya dalam Yehezkiel 36:26-27 yang kemudian ditekankan lagi dalam 2 Korintus 3:3 β yaitu melalui Roh Kudus yang ada "dalam" kehidupan kita. Allah mengaruniakan Roh Kudus untuk mengajarkan kita segala hal (Yohanes 14:26). Dalam Perjanjian Lama Allah menuntun melalui hamba-hamba-Nya, tiang awan atau tiang api. Dalam Perjanjian Baru, Dia berbicara dari dalam melalui Roh Kudus β menuntun kita secara langsung, tanpa perantara lagi.
"Kamu akan Kuberikan hati yang baru, dan roh yang baru di dalam batinmu dan Aku akan menjauhkan dari tubuhmu hati yang keras dan Kuberikan kepadamu hati yang taat. Roh-Ku akan Kuberikan diam di dalam batinmu dan Aku akan membuat kamu hidup menurut segala ketetapan-Ku dan tetap berpegang pada peraturan-peraturan-Ku dan melakukannya."
"Karena telah ternyata, bahwa kamu adalah surat Kristus, yang ditulis oleh pelayanan kami, ditulis bukan dengan tinta, tetapi dengan Roh dari Allah yang hidup, bukan pada loh-loh batu, melainkan pada loh-loh daging, yaitu di dalam hati manusia."
"Tetapi Penghibur, yaitu Roh Kudus, yang akan diutus oleh Bapa dalam nama-Ku, Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu dan akan mengingatkan kamu akan semua yang telah Kukatakan kepadamu."
Allah membimbing dari luar β melalui tiang api & awan, loh batu, dan para nabi yang diurapi Roh TUHAN.
Allah membimbing dari dalam β melalui Roh Kudus yang berdiam di dalam hati setiap orang percaya.
"Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri. Akuilah Dia dalam segala lakumu, maka Ia akan meluruskan jalanmu."
"Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati. Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna."
a. Mazmur 119:105
"Firman-Mu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku."
b. 1 Korintus 2:12
"Kita tidak menerima roh dunia, tetapi roh yang berasal dari Allah, supaya kita tahu, apa yang dikaruniakan Allah kepada kita."
Kehendak Allah adalah segala sesuatu yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.
Roma 12:2b
"β¦Akuilah Dia dalam segala lakumu, maka Ia akan meluruskan jalanmu."
"Diberkatilah orang yang mengandalkan TUHAN, yang menaruh harapannya pada TUHAN!"
"Beginilah firman TUHAN: Terkutuklah orang yang mengandalkan manusia, yang mengandalkan kekuatannya sendiri, dan yang hatinya menjauh dari pada TUHAN!"
"Sebab kamu memerlukan ketekunan, supaya sesudah kamu melakukan kehendak Allah, kamu memperoleh apa yang dijanjikan itu."
"Sebab rancangan-Ku bukanlah rancanganmu, dan jalanmu bukanlah jalan-Ku, demikianlah firman TUHAN. Seperti tingginya langit dari bumi, demikianlah tingginya jalan-Ku dari jalanmu dan rancangan-Ku dari rancanganmu."
Yesaya 55:8-9
Terbatas oleh kemampuan, pengetahuan, dan sudut pandang manusia yang sempit.
Jauh melebihi pikiran manusia β setinggi langit dari bumi β penuh hikmat dan kesempurnaan.
"Sebab Aku telah turun dari sorga bukan untuk melakukan kehendak-Ku, tetapi untuk melakukan kehendak Dia yang telah mengutus Aku."
"Tetapi apabila di antara kamu ada yang kekurangan hikmat, hendaklah ia memintakannya kepada Allah, β yang memberikan kepada semua orang dengan murah hati dan dengan tidak membangkit-bangkit β, maka hal itu akan diberikan kepadanya."
Mengandalkan TUHAN bukan sebagian β tetapi dengan segenap hati (Amsal 3:5).
Alkitab adalah terang yang menerangi setiap langkah perjalanan hidup (Mazmur 119:105).
Roh Kudus mengajar dan mengingatkan segala firman Tuhan dari dalam hati kita (Yoh 14:26).
Ketika bingung, mintalah hikmat β Allah memberi dengan murah hati (Yakobus 1:5).
"Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimuβ¦"