"Dan inilah kesaksian itu: Allah telah mengaruniakan hidup yang kekal kepada kita dan hidup itu ada di dalam Anak-Nya. Barangsiapa memiliki Anak, ia memiliki hidup; barangsiapa tidak memiliki Anak, ia tidak memiliki hidup."โ 1 Yohanes 5:11-12
Merupakan sebuah fakta bahwa semua manusia adalah orang berdosa. Roma 3:23 menegaskan bahwa semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah.
"Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah."
Anjing disebut anjing bukan karena ia menyalak, melainkan karena ia dilahirkan dalam keberadaan sebagai anjing. Demikian juga manusia disebut berdosa bukan karena dia berbuat dosa, tetapi karena statusnya sebagai orang berdosa. Oleh karena ketidaktaatan Adam, manusia statusnya menjadi orang berdosa; sebaliknya karena ketaatan Yesus, semua yang percaya kepada-Nya berubah status menjadi orang benar.
"Tidak ada damai bagi orang-orang fasik, firman Allahku."
"Sesungguhnya, dalam kesalahan aku diperanakkan, dalam dosa aku dikandung ibuku."
Keberadaan dosa tidak bisa ditiadakan oleh:
"Sebab dari dalam, dari hati orang, timbul segala pikiran jahat, percabulan, pencurian, pembunuhan, perzinahan, keserakahan, kejahatan, kelicikan, hawa nafsu, iri hati, hujat, kesombongan, kebebalan. Semua hal-hal jahat ini timbul dari dalam dan menajiskan orang."
"Sebab dengan itu mereka menunjukkan, bahwa isi hukum Taurat ada tertulis di dalam hati mereka dan suara hati mereka turut bersaksi dan pikiran mereka saling menuduh atau saling membela."
Dosa memisahkan manusia dari Allah. Terpisah dari Allah itulah yang disebut maut dalam Roma 6:23. Karena Allah adalah sumber kehidupan, maka dengan sendirinya manusia yang terpisah dari Allah mengalami kematian.
"Sebab upah dosa ialah maut; tetapi karunia Allah ialah hidup yang kekal dalam Kristus Yesus, Tuhan kita."
โ Roma 6:23
Ada dua jenis kematian: kematian jasmani dan kematian rohani โ yaitu terpisah dari Allah untuk selama-lamanya.
Akibat dosa adalah:
"Sebab kamu tahu, bahwa kamu telah ditebus dari cara hidupmu yang sia-sia yang kamu warisi dari nenek moyangmu itu bukan dengan barang yang fana, bukan pula dengan perak atau emas."
"Tetapi orang-orang penakut, orang-orang yang tidak percaya, orang-orang keji, orang-orang pembunuh, orang-orang sundal, tukang-tukang sihir, penyembah-penyembah berhala dan semua pendusta, mereka akan mendapat bagian mereka di dalam lautan yang menyala-nyala oleh api dan belerang; inilah kematian yang kedua."
Digambarkan sebagai apakah keadaan alam maut, yang ke sana orang berdosa, iblis dan para pengikutnya akan dienyahkan?
"Lalu Ia akan berkata juga kepada mereka yang di sebelah kiri-Nya: Enyahlah dari hadapan-Ku, hai kamu orang-orang terkutuk, enyahlah ke dalam api yang kekal yang telah sedia untuk Iblis dan malaikat-malaikatnya."
"Mereka ini akan menjalani hukuman kebinasaan selama-lamanya, dijauhkan dari hadirat Tuhan dan dari kemuliaan kekuatan-Nya."
Manusia berusaha berbuat baik dan menjadi orang saleh. Namun di hadapan TUHAN, kesalehan itu hanyalah seperti kain kotor.
"Demikianlah kami sekalian seperti seorang najis dan segala kesalehan kami seperti kain kotor; kami sekalian menjadi layu seperti daun dan kami lenyap seperti angin membawa kami."
Melakukan hal-hal jasmaniah dalam aturan agama tidak dapat menyelamatkan. Kegiatan lahiriah itu tidak ada manfaatnya.
"Bangsa ini memuliakan Aku dengan bibirnya, padahal hatinya jauh dari pada-Ku. Percuma mereka beribadah kepada-Ku, sedangkan ajaran yang mereka ajarkan ialah perintah manusia."
Harta benda adalah hal yang pasti binasa. Bahkan harta seluruh dunia pun tidak dapat memberikan keselamatan.
"Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia tetapi kehilangan nyawanya? Dan apakah yang dapat diberikannya sebagai ganti nyawanya?"
Bukan Allah yang terhilang, tetapi manusia terhilang sehingga Allah turun ke bumi untuk mencari manusia yang terhilang dengan cara mengorbankan Anak-Nya yang tunggal.
"Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal."
Yesus Kristus telah mati di kayu salib untuk menanggung semua hukuman dosa manusia. Ia mati supaya kita hidup. Melalui Kristus, Allah memberikan keselamatan kepada seluruh umat manusia. Karya Kristus di kayu salib adalah bukti kasih Allah yang terbesar.
Tidak ada upaya manusia yang dapat membawa manusia sampai kepada Allah
Yesus Kristus โ satu-satunya jembatan antara manusia berdosa dan Allah yang kudus
"Sebab Kristus juga telah mati sekali untuk segala dosa kita, Ia yang benar untuk orang-orang yang tidak benar, supaya Ia membawa kita kepada Allah; Ia, yang telah dibunuh dalam keadaan-Nya sebagai manusia, tetapi yang telah dibangkitkan menurut Roh."
"Sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dalam hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan."
"Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya."
"Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang."
"Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri."
Keselamatan adalah pemberian Allah (kasih karunia). Tidak ada usaha manusia untuk dapat memperoleh keselamatan; kasih karunia hanya dapat diterima melalui iman. Kasih karunia Allah mencakup 4 hal:
Pengampunan dosa dan keselamatan โ anugerah teragung dari Allah bagi manusia berdosa.
"yang telah menyerahkan diri-Nya karena dosa-dosa kita, untuk melepaskan kita dari dunia jahat yang sekarang ini, menurut kehendak Allah dan Bapa kita."
Kematian dan kebangkitan-Nya membebaskan kita dari kuasa kejahatan.
"Ia sendiri telah memikul dosa kita di dalam tubuh-Nya di kayu salib, supaya kita, yang telah mati terhadap dosa, hidup untuk kebenaran. Oleh bilur-bilur-Nya kamu telah sembuh."
Oleh bilur-bilur-Nya kita mengalami kesembuhan dari segala penyakit.
"Dan Allah sanggup melimpahkan segala kasih karunia kepada kamu, supaya kamu senantiasa berkecukupan di dalam segala sesuatu dan malah berkelebihan dalam pelbagai kebajikan."
Allah memberikan kelimpahan untuk menggenapi panggilan-Nya.
"Sebab dalam Dialah berdiam secara jasmaniah seluruh kepenuhan ke-Allahan, dan kamu telah dipenuhi di dalam Dia. Dialah kepala semua pemerintah dan penguasa."
Allah tidak hanya menghendaki kita berubah di dalam roh saja, tetapi Ia ingin kita memanifestasikan keselamatan dalam kehidupan fisik โ dan itu terjadi dengan memperbaharui pikiran kita setiap hari.
"Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati. Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna."
Pada Salib Kristus terjadi pertukaran yang ajaib. Dosa manusia ditimpakan pada tubuh Yesus, sedangkan kebenaran Yesus diberikan kepada kita. Yesus menderita sengsara supaya kita menjadi orang benar sama seperti Yesus.
Kasih karunia mengubah status kita โ dari orang berdosa menjadi orang benar. Benar bukan karena perbuatan benar, tetapi karena percaya kepada pengampunan oleh darah Yesus.
Tandai semua yang kamu rasakan:
Tuliskan 1 Yohanes 5:11-12 berdasarkan hapalanmu.