BDK2 · Mengatur Waktu

Mengatur Waktu

“Ajarlah kami menghitung hari-hari kami sedemikian, hingga kami beroleh hati yang bijaksana.” — Mazmur 90:12

Tujuan

  1. Memahami waktu sebagai anugerah dan kesempatan yang diberikan TUHAN bagi manusia.
  2. Mampu mengatur waktu sebaik-baiknya untuk mengenapi rencana TUHAN.
  3. Membuat prioritas dalam mengatur waktu.

Pendahuluan

Apakah waktu itu? Sesuatu yang sangat dekat berhubungan dengan kehidupan kita. Senantiasa kita berhubungan dengan waktu tetapi pernahkah Anda merenungkan lebih dalam lagi hakikat dari waktu itu? Ada peribahasa mengatakan Waktu adalah Uang (Time is Money) tetapi apakah memang benar demikian? Pernahkah Anda merenungkan bahwa waktu bukanlah uang, waktu lebih dari uang.

Ada perbedaan yang sangat penting yang membuat kita mau tidak mau menyadari bahwa waktu lebih berharga dari uang, untuk itu cobalah Anda mengisi perbedaan berikut:

WAKTU UANG
1. Waktu tidak dapat disimpan/ditabung bila kita kelebihan waktu
Uang dapat ditabung/disimpan bila kita tidak ingin menggunakannya
2. Setiap orang memiliki waktu yang sama yaitu 24 jam sehari
Setiap orang memiliki jumlah uang yang berbeda.
3. Hanya ada dua pilihan penggunaan waktu: digunakan atau disia-siakan
Banyak pilihan untuk menggunakan uang.
4. Bila waktu kita habis (meninggal) tidak ada satu usaha pun bisa menambahkannya.
Bila uang kita habis kita bisa bekerja keras untuk mendapatkan kembali
5. (Isi sendiri)
(Isi sendiri)
6. (Isi sendiri)
(Isi sendiri)
7. (Isi sendiri)
(Isi sendiri)
8. (Isi sendiri)
(Isi sendiri)

Ketika kita mulai merenungkan lebih dalam lagi kita akan mengerti mengapa pemazmur menyatakan kata-kata seperti dalam ayat hafalan di atas (Mazmur 90:9-12). Waktu adalah anugrah kesempatan yang sangat berharga dari TUHAN untuk kehidupan manusia. Seringkali manusia tidak menyadarinya karena waktu adalah sesuatu yang tidak kelihatan tetapi waktulah yang setia menyertai kehidupan kita. Apakah kehidupan kita diisi oleh peristiwa-peristiwa rutin yang membosankan? Apakah Anda merasa bahwa saudara senantiasa dikejar-kejar oleh waktu? Atau sebaliknya apakah Anda merasa bahwa Anda mempunyai cukup banyak waktu sehingga merasa terlalu santai? Kita akan bersama mempelajarinya dalam pelajaran ini.

A Hidup untuk Masa/Waktu Kini
📖
Filipi 1:19-26
19. Karena aku tahu, bahwa kesudahan semuanya ini ialah keselamatanku oleh doamu dan pertolongan Roh Yesus Kristus. 20. Sebab yang sangat kurindukan dan kuharapkan ialah bahwa aku tidak akan beroleh malu dalam sesuatu apa pun, tetapi dengan segala keberanian aku akan memberitakan Kristus, seperti yang telah kulakukan, dan bahwa Kristus akan dimuliakan di dalam tubuhku, baik oleh hidupku maupun oleh matiku. 21. Karena bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan. 22. Tetapi jika aku harus hidup di dunia ini, itu berarti bagiku bekerja memberi buah. Jadi mana yang harus kupilih, aku tidak tahu. 23. Aku didesak dari dua pihak: aku ingin pergi dan diam bersama-sama dengan Kristus — itu memang jauh lebih baik; 24. tetapi lebih perlu untuk tinggal di dunia ini karena kamu. 25. Dan dalam keyakinan ini tahulah aku: aku akan tinggal dan akan bersama-sama lagi dengan kamu sekalian supaya kamu makin maju dan bersukacita dalam iman, 26. sehingga kemegahanmu dalam Kristus Yesus makin bertambah karena aku, apabila aku kembali kepada kamu.

1. Bacalah Filipi 1:19-26. Bagaimana pendapat Paulus mengenai masa lalu, masa kini dan masa mendatang?

2. Paulus dapat menghabiskan hari-harinya dengan meratapi masa lalunya yang buruk (menjadi penganiaya pengikut Kristus). Menurut Anda, mengapa ia tidak melakukannya?

3. Paulus dapat juga menghabiskan waktunya dengan membayangkan hidupnya yang akan datang di sorga bersama Kristus. Apa yang menyebabkan ia berhenti melakukannya?

4. Berdasarkan nasihat Paulus dalam Filipi 1:19-26 ini, bagaimana Anda memandang masa lalu, masa sekarang dan masa mendatang?

B Mengatur Waktu untuk Hal-Hal Penting

Semakin tinggi karir seseorang, semakin besar probleem yang dihadapi untuk mempunyai waktu yang cukup dan semakin perlu untuk mengutamakan aktivitas yang benar-benar penting dan harus dilakukan. Ketika Dwight D. Eisenhower mengatur pekerjaannya dengan baik sehingga hanya persoalan yang benar-benar penting dan mendesak yang ada di atas mejanya, ia menemukan bahwa keduanya jarang terjadi pada saat bersamaan. Ia menemukan bahwa masalah yang benar-benar penting jarang menjadi hal yang mendesak dan masalah yang paling mendesak jarang menjadi yang penting. — Ted Engstrom and R. Alec Mackenzie, Managing Your Time.

📖
Matius 25:1-13
1. "Pada waktu itu hal Kerajaan Sorga seumpama sepuluh gadis, yang mengambil pelitanya dan pergi menyongsong mempelai laki-laki. 2. Lima di antaranya bodoh dan lima bijaksana. 3. Gadis-gadis yang bodoh itu membawa pelitanya, tetapi tidak membawa minyak, 4. sedangkan gadis-gadis yang bijaksana itu membawa pelita dan juga minyak dalam buli-buli mereka. 5. Tetapi karena mempelai itu lama tidak datang-datang juga, maka mengantuklah mereka semua dan tertidur. 6. Waktu tengah malam terdengarlah suara orang berseru: Mempelai datang! Songsonglah dia! 7. Gadis-gadis itupun bangun semuanya lalu membereskan pelitanya. 8. Gadis-gadis yang bodoh berkata kepada gadis-gadis yang bijaksana: Berikanlah kami sedikit dari minyakmu, sebab pelita kami hampir padam. 9. Tetapi gadis-gadis yang bijaksana itu menjawab: Tidak, nanti tidak cukup untuk kami dan untuk kamu. Lebih baik kamu pergi kepada penjual minyak dan beli di situ. 10. Tetapi ketika mereka sedang pergi untuk membelinya, datanglah mempelai itu dan mereka yang telah siap sedia masuk bersama-sama dengan dia ke ruang perjamuan kawin, lalu pintu ditutup. 11. Kemudian datang juga gadis-gadis yang lain itu dan berkata: Tuan, tuan, bukakanlah pintu bagi kami! 12. Tetapi ia menjawab: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya aku tidak mengenal kamu. 13. Karena itu berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu akan hari maupun akan saatnya."

1. Bacalah Matius 25:1-13.

2. Gadis-gadis bodoh memilih menyia-nyiakan waktu yang diberikan. Menurut Anda apa akibatnya?

Baik gadis bijaksana dan gadis bodoh mengambil keputusan atas hal-hal yang tidak mendesak dan penting pada saat itu. Apa keputusan mereka?

3. Dapatkah Anda melihat bagaimana gadis-gadis bijaksana memanfaatkan waktu mereka untuk hal yang penting? Apa akibatnya?

4. Seringkali kita lebih suka mengerjakan hal-hal yang mendesak dan penting daripada hal-hal yang tidak mendesak dan penting. Dapatkah Anda menunjukkan apa akibatnya bagi kita?

C Waktu dan Kekekalan

Waktu-waktu yang kita jalani akan berdampak pada masa kekekalan nanti. Kadangkala berdiam diri untuk merenungkan arah hidup kita lebih berharga daripada bekerja keras tanpa arah yang jelas. Dengan berdiam diri di hadapan TUHAN kita melihat dengan baik apakah waktu-waktu yang kita gunakan akan menghasilkan sesuatu yang kita bawa dalam kekekalan nanti.

📖
Filipi 3:12-21
12. Bukan seolah-olah aku telah memperoleh hal ini atau telah sempurna, melainkan aku mengejarnya, supaya aku juga dapat menangkapnya, karena Kristus Yesus telah menangkap aku. 13. Saudara-saudara, aku sendiri tidak menganggap, bahwa aku telah menangkapnya, tetapi ini yang kulakukan: aku melupakan apa yang telah di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku, 14. dan berlari-lari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah, yaitu panggilan sorgawi dari Allah dalam Kristus Yesus. 15. Karena itu marilah kita, yang sempurna, berpikir demikian. Dan jikalau kamu berpikir lain tentang salah satu hal, hal itu akan dinyatakan Allah juga kepadamu. 16. Tetapi baiklah kita hidup menurut aturan yang sudah kita capai. 17. Saudara-saudara, ikutilah teladanku dan perhatikanlah mereka, yang hidup sama seperti kami yang menjadi teladanmu. 18. Karena banyak orang yang hidupnya sebagai musuh salib Kristus, yang sering kukatakan kepadamu, dan sekarang aku mengatakannya dengan menangis. 19. Kesudahan mereka ialah kebinasaan, perut mereka adalah allah mereka, kemuliaan mereka ialah aib mereka, pikiran mereka semata-mata tertuju kepada perkara duniawi. 20. Karena kewargaan kita adalah di dalam sorga, dan dari situ kita menantikan Juruselamat, yaitu Tuhan Yesus Kristus, 21. yang akan mengubah tubuh kita yang hina ini, sehingga serupa dengan tubuh-Nya yang mulia, menurut kuasa-Nya yang dapat menaklukkan segala sesuatu kepada diri-Nya.

1. Bacalah Filipi 3:12-21. Bagaimana Paulus menentukan prioritas waktunya sehingga bermanfaat nanti pada masa kekekalan?

“Masalah yang benar-benar penting jarang menjadi hal yang mendesak dan masalah yang paling mendesak jarang menjadi yang penting.” — Dwight D. Eisenhower

2. Dapatkah Anda melihat bahwa waktu yang TUHAN berikan kepada kita sangat menentukan masa depan pada perumpamaan 10 gadis di atas? Apa hubungannya dengan kekekalan?

D Penerapan

1. Misalkan Anda mengetahui bahwa satu bulan lagi Anda akan dipanggil pulang ke surga. Buatlah 10 rencana penting yang harus Anda lakukan selama satu bulan tersebut. Urutkan berdasarkan prioritas yang dikerjakan terlebih dahulu.

Bagi Anda kegiatan di atas adalah hal-hal yang penting dan mendesak, mengingat kesempatan hanya satu bulan.

2. Dari daftar di atas apakah Anda melihat hal-hal yang penting yang belum Anda lakukan (ditunda)? Buatlah perencanaan untuk melakukananya sesegera mungkin, meskipun untuk saat ini bagi Anda bukan hal yang mendesak (karena Anda beranggapan bahwa kita tidak akan dipanggil dalam satu bulan ke depan).

3. Cobalah untuk mendata seluruh kegiatan yang Anda lakukan selama satu bulan terakhir ini, buatlah prioritas dan cobalah untuk menghilangkan kegiatan-kegiatan yang tidak penting.

“Ajarlah kami menghitung hari-hari kami sedemikian, hingga kami beroleh hati yang bijaksana.” — Mazmur 90:12