BDK2 · Mengelola Keuangan

MENGELOLA KEUANGAN

“Tak seorangpun dapat mengabdi kepada dua tuan. Karena jika demikian, ia akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain, atau ia akan setia kepada yang seorang dan tidak mengindahkan yang lain. Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon.” — Matius 6:24

Tujuan

  1. Memiliki sikap dan pandangan yang benar terhadap uang dan kekayaan.
  2. Mengerti apa nasihat firman TUHAN mengenai keuangan.
  3. Mau dan mampu mengelola dengan baik harta kekayaan yang Tuhan percayakan.
  4. Memiliki hati memberi/memberkati dalam hal keuangan.

Pendahuluan

Banyak orang Kristen enggan berbicara mengenai uang atau bagaimana cara mengaturnya. Sebagian dari mereka menyetujui pemikiran bahwa uang dan kekayaan tidak perlu dihubung-hubungkan dengan perkara rohani dan sebagian lagi menginginkan kebebasan penuh dalam menggunakan uang mereka. Tetapi kita akan terkejut jika mengetahui bahwa sesungguhnya Alkitab berbicara lebih banyak mengenai uang (ada lebih dari 2000 ayat) daripada mengenai iman atau doa, dan hampir dua per tiga dari semua perumpamaan yang TUHAN Yesus gunakan untuk mengajar berhubungan dengan keuangan.1 Mengapa TUHAN Yesus begitu peduli dengan perkara keuangan ini? Dan sadarkah Anda bahwa sesungguhnya sikap kita terhadap uang dapat mencerminkan kondisi rohani kita? Untuk itu, cobalah saudara temukan sendiri ayat-ayat firman TUHAN dalam Alkitab yang berbicara mengenai uang/harta, lalu tuliskan pada kolom di bawah ini dan renungkanlah.

No Ayat Perumpamaan Intisari
1. Lukas 12:16-21 Orang kaya yang bodoh Demikianlah jadinya dengan orang yang mengumpulkan harta bagi dirinya sendiri, jikalau ia tidak kaya di hadapan Allah.
2. Ibrani 13:5 — Janganlah kamu menjadi hamba uang dan cukupkanlah dirimu dengan apa yang ada padamu.
3. Matius 13:22
(baca ayat 1-23)
Tentang seorang penabur Kekuatiran dunia dan tipu daya kekayaan dapat menyebabkan seorang Kristen tidak berbuah.
4. 1 Timotius 6:7-10 — Karena akar segala kejahatan ialah cinta uang.
5. 1 Yohanes 3:17-18 — Kasih tidak hanya dalam perkataan, tetapi dalam perbuatan dan kebenaran.
6. (Isi sendiri)
7. (Isi sendiri)
8. (Isi sendiri)

1 Larry Burkett, Mengatur Keuangan dengan Bijak, hal. 37

A Sikap yang Benar terhadap Uang dan Kekayaan

Sebagai orang Kristen, Allah ingin supaya kita memiliki sikap dan cara pandang yang benar terhadap uang dan kekayaan. Bagi Allah, uang atau kekayaan bukanlah sesuatu yang buruk yang harus dihindari. Uang dapat dipakai oleh Allah sebagai alat untuk memperluas kerajaan-Nya melalui orang-orang kudus-Nya. Akan tetapi uang dan kekayaan dapat menjadi sesuatu yang buruk tatkala hidup seseorang sudah dikendalikan olehnya dan bukan lagi oleh firman Allah. Oleh karena itu Yesus dengan serius mengingatkan kita agar kita selalu waspada dan menjaga hati kita terhadap segala macam bentuk ketamakan (Lukas 12:13-21) karena sesungguhnya akar segala kejahatan adalah cinta uang dan karena memburu uanglah beberapa orang telah menyimpang dari imannya (1 Timotius 6:10).

Baca dan renunganlah ayat-ayat firman TUHAN berikut ini dan jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawahnya:

Bagi Allah, uang atau kekayaan bukanlah sesuatu yang buruk yang harus dihindari. Uang dapat dipakai oleh Allah sebagai alat untuk memperluas kerajaan-Nya melalui orang-orang buruk-Nya.

1. Markus 10:17-27

a) Apakah tujuan orang kaya tersebut datang kepada Yesus?

b) Apakah nasihat Yesus kepadanya dan apa pula nasihat Yesus mengenai hartanya sebelum Yesus memintanya untuk mengikut-Nya?

c) Menurut Anda, apakah yang menyebabkan orang tersebut pergi dengan sedih dan akhirnya batal untuk mengikut Yesus?

d) Apakah maksud Yesus ketika Dia berkata, “Alangkah sukarnya orang yang beruang masuk ke dalam Kerajaan Allah.”?

2. Lukas 19:1-10

a) Menurut penjelasan ayat-ayat tersebut, siapakah Zakheus itu?

b) Ketika Zakheus tahu bahwa Yesus datang ke kota di mana ia tinggal, apakah yang dilakukannya?

c) Bagaimana reaksi Zakheus terhadap ajakan Yesus dan apakah yang menjadi ketetapan hati Zakheus mengenai hartanya?

d) Apa yang Yesus katakan setelah Dia melihat komitmen Zakheus tersebut?

B Kekayaan dan Tanggung Jawab

Kaya dari orang Kristen sekalipun. Jadi kita tidak dibenarkan menilai seorang Kristen berdasarkan kekayaannya.

Ada banyak kesaksian tokoh-tokoh Alkitab yang dipakai Allah melalui kekayaan yang berlimpah. Jadi jelas bahwa Allah seturut dengan kehendak-Nya mengizinkan orang-orang Kristen menjadi kaya dengan tujuan-tujuan khusus. Tanpa memiliki kelimpahan hanya sedikit saja yang dapat dilakukan orang Kristen dalam pekerjaan Allah.2 Memiliki kekayaan adalah juga berarti memikul suatu tanggung jawab.

1. Coba saudara sebutkan beberapa tokoh Alkitab yang dipakai Allah melalui kekayaannya. Berdasarkan cerita Alkitab mengenai tokoh tersebut, apakah tujuan Allah membuatnya kaya dalam hubungannya dengan 2 Korintus 8:14-15?

2 ibid, hal 31

2. Menurut pendapat Anda apakah para rasul sampai akhir hidupnya dapat digolongkan sebagai orang-orang yang kaya secara materi (Roma 15:26; 1 Korintus 4:9-13)? Apakah ini berarti Allah tidak memberkati mereka?

3. Jadi, bolehkah seorang Kristen ingin menjadi kaya? Jelaskan jawaban Anda berdasarkan firman Tuhan yang saudara pelajari.

4. Menurut Anda, bagaimanakah ciri-ciri seseorang yang dikuasai dan dikendalikan oleh hartanya?

C Mengelola Keuangan dengan Bijak

Seperti sudah dijelaskan di atas bahwa memiliki kekayaan adalah berarti juga memikul tanggung jawab untuk mengelolanya sesuai kehendak TUHAN. Cara seorang Kristen menggunakan uang adalah petunjuk luar yang paling jelas mengenai bagaimana sebenarnya komitmen yang ada dalam hatinya kepada Allah.

📖
Matius 6:21
“Karena di mana hartamu berada, di situ juga hatimu berada.”

Yesus mengajarkan kepada kita bahwa pengelolaan uang yang tidak baik menunjukkan bahwa kita juga tidak akan setia dalam hal-hal rohani karena itu adalah suatu prinsip mengenai hati.3

📖
Lukas 16:10-11
10. “Barangsiapa setia dalam perkara-perkara kecil, ia setia juga dalam perkara-perkara besar. Dan barang siapa tidak benar dalam perkara-perkara kecil, ia tidak benar juga dalam perkara-perkara besar.” 11. “Jadi, jikalau kamu tidak setia dalam hal Mamon yang tidak jujur, siapakah yang akan mempercayakan kepadamu harta yang sesungguhnya?”

1. Menurut Anda bagaimanakah pengertian Lukas 16:10-11 dan berikan contoh dalam kehidupan sehari-hari.

2. Menurut Anda bagaimana sebaiknya mengelola keuangan dengan baik dalam hal prioritas dan pengeluaran?

D Hal Memberi

Renungkanlah Matius 6:2-3 dan Lukas 6:38

Ketika kita bisa melihat dengan benar posisi hubungan antara kita – sebagai orang yang diberi tanggung jawab – dengan Allah – sebagai pemilik sesungguhnya atas harta benda kita – maka hal memberi bukanlah sesuatu yang sulit. Dalam hal memberi kita harus belajar dari teladan TUHAN Yesus sendiri. Yesus oleh karena kasih-Nya telah memberikan nyawa-Nya bagi kita, bahkan ketika kita masih berdosa. Ia memberikan hidup-Nya tanpa pamrih apapun. Dalam hal ini kita bisa mempelajari bahwa sikap memberi adalah karakter dari Allah sendiri.

Yesus mengingatkan kita bahwa motivasi di balik memberi adalah jauh lebih penting daripada pemberian itu sendiri. Janganlah kita memberi dengan motivasi ingin memperoleh keuntungan balik yang lebih banyak, baik dalam hal pujian maupun kekayaan, karena hal itu tidak lebih hanya mencerminkan sifat duniawi. Kasih kepada Allah harus menjadi pendorong utama dalam memberi.

Sesungguhnya pola hidup ilahi dalam memberi adalah seperti teladan TUHAN Yesus, yaitu karena didasari oleh kasih serta tidak mementingkan diri sendiri.

Namun pada kenyataannya, masih banyak orang Kristen yang menemui kesulitan dalam memberi. Mengapa? Dan apakah Anda termasuk yang demikian?

E Penerapan

Beberapa pedoman berikut ini dapat menolong kita mengelola uang yang TUHAN percayakan kepada kita dengan bijaksana.

“Tak seorangpun dapat mengabdi kepada dua tuan. Karena jika demikian, ia akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain, atau ia akan setia kepada yang seorang dan tidak mengindahkan yang lain. Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon.” — Matius 6:24