BDK2 · Perpuluhan

PERPULUHAN

“Demikian juga segala persembahan persepuluhan dari tanah, baik dari hasil benih di tanah maupun dari buah pohon-pohonan, adalah milik TUHAN; itulah persembahan kudus bagi TUHAN.” — Imamat 27:30
A Mengapa Memberikan Persepuluhan?

Persembahan persepuluhan pertama kali dilakukan oleh Abraham sebagai tanda ucapan syukur kepada Allah, karena pada waktu itu Abraham, oleh pertolongan Tuhan, berhasil mengalahkan raja-raja di Timur (Kejadian 14:20). Abraham mempersembahkan sepersepuluh dari segala rampasan yang paling baik dari raja-raja yang dikalahkannya dan menyerahkannya kepada Melkisedek, imam Allah Yang Mahatinggi (Ibrani 7:1-2).

Tindakan yang sama dilakukan oleh Yakub, setelah Yakub mendapat mimpi di Betel mengenai janji Tuhan baginya, maka bernazarlah Yakub kepada Tuhan: “Dari segala sesuatu yang Engkau berikan kepadaku akan selalu kupersembahkan sepersepuluh kepada-Mu.” (Kejadian 28:22, sebaiknya dibaca seluruh perikop)

Dari dua kisah di atas kita dapat mengetahui bahwa Abraham dan Yakub memberikan persepuluhan didasarkan oleh rasa kasih, rasa hormat dan rasa ucapan syukur kepada Allah Yang Mahatinggi. Bahkan Yakub berketetapan hati untuk selalu mempersembahkan sepersepuluh dari segala sesuatu yang dia terima dari TUHAN, itu artinya dia melakukannya seumur hidupnya. Jadi tindakan mereka dalam memberikan persepuluhan bukanlah didasarkan pada peraturan hukum Taurat – karena hukum Taurat baru ditulis beratus-ratus tahun kemudian yaitu pada zaman Musa.

Memberikan persembahan persepuluhan adalah bukti paling sederhana akan kasih, hormat dan ucapan syukur kita kepada Allah. Dari segala penghasilan yang TUHAN berikan kepada kita, kita mempersembahkan sepersepuluhnya kepada TUHAN.

B Sikap Hati dalam Memberikan Persepuluhan

Di dalam perkembangan sejarah bangsa Israel pada zaman Musa, Allah menetapkan hukum bahwa persembahan persepuluhan adalah milik TUHAN, itu adalah persembahan kudus bagi TUHAN. (Imamat 27:30)

Meskipun demikian, Allah ingin kita memberikan persepuluhan dengan sikap hati yang benar seperti sikap hati Abraham dan Yakub pada waktu mereka mengambil keputusan untuk mempersembahakan persepuluhan, yaitu karena kita mengasihi, menghormati dan sebagai pengucapan syukur kita kepada Allah Yang Mahatinggi, dan bukan semata-mata karena peraturan hukum Taurat.

Pembayaran persembahan persepuluhan sungguh menyenangkan hati Allah, karena itu artinya kita tidak terikat oleh harta dan kekayaan yang TUHAN berikan kepada kita. (Maleakhi 3:6-12)

1. Bacalah perumpamaan tentang orang Farisi dan pemungut cukai dalam Lukas 18:9-14. Orang Farisi adalah orang yang sangat taat dalam melakukan hukum Taurat, termasuk dalam mempersembahkan persepuluhan, tetapi dalam hal ini Yesus tidak mengindahkan persembahan orang Farisi tersebut. Menurut saudara, apakah yang menjadi motivasi orang Farisi ini dalam memberikan persepuluhan?

Apakah TUHAN berkenan dengan motivasi yang demikian?

2. Bacalah Matius 23:23

a. Mengapa Yesus mengecam orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat?

b. Apakah dengan demikian berarti persembahan persepuluhan tidak perlu dilakukan? Mengapa?

2. Tawarikh 31:11-12

C Ke Mana Persembahan Persepuluhan Diberikan?

Abraham memberikan persembahan persepuluhannya kepada Melkisedek, imam Allah Yang Mahatinggi, karena pada waktu itu belum ada rumah Allah. Tetapi Yakub oleh karena iman kepada Allah, menyadari bahwa sesungguhnya TUHAN ada di tempat di mana dia mendapat mimpi. Yakub berkata: “Alangkah dahsyatnya tempat ini. Ini tidak lain dari rumah Allah, ini pintu gerbang surga.” (Kejadian 28:16-17) Maka Yakub menamai tempat itu “Betel”, yang artinya “rumah Allah”. Dan di Betel inilah, artinya di rumah Allah-lah Yakub bernazar dan memberikan persembahan persepuluhannya (Kejadian 28:22).

Kemanakah bangsa Israel membawa persembahan persepuluhan mereka?

a. 2 Tawarikh 31:11-12

📖
2 Tawarikh 31:11-12
“Kemudian Hizkia menyuruh menyediakan bilik-bilik di rumah TUHAN, dan mereka menyediakannya. Dengan setia mereka membawa persembahan persepuluhan dan persembahan-persembahan kudus. Dan yang mengurus itu ialah Konanya, orang Lewi, sebagai kepala.”

b. Maleakhi 3:10

📖
Maleakhi 3:10
“Bawalah seluruh persembahan persepuluhan itu ke dalam rumah perbendaharaan, supaya ada makanan di rumah-Ku dan ujilah Aku, firman TUHAN semesta alam, apakah Aku tidak membukakan bagimu tingkap-tingkap langit dan mencurahkan berkat kepadamu sampai berkelimpahan.”

Pada zaman sekarang, kita membawa persepuluhan kita ke rumah TUHAN, yaitu gereja lokal tempat kita bernuang, mendapatkan pengayoman dan makanan rohani kita.

D Janji Tuhan

1. Apakah janji TUHAN bagi mereka yang setia mempersembahkan persepuluhan ke Rumah TUHAN? (Maleakhi 3:10-11)

📖
Maleakhi 3:10-11
10. “Bawalah seluruh persembahan persepuluhan itu ke dalam rumah perbendaharaan, supaya ada makanan di rumah-Ku dan ujilah Aku, firman TUHAN semesta alam, apakah Aku tidak membukakan bagimu tingkap-tingkap langit dan mencurahkan berkat kepadamu sampai berkelimpahan.” 11. “Aku akan menghardik bagimu belalang pelahap, supaya jangan dimusnahkannya hasil tanahmu dan supaya jangan pohon anggur di padang tidak berbuah bagimu, firman TUHAN semesta alam.”

2. Diumpamakan dengan apakah seseorang yang tidak membayar perpuluhan menurut firman TUHAN? (Maleakhi 3:8)

📖
Maleakhi 3:8
“Bolehkah manusia menipu Allah? Tetapi kamu menipu Aku. Tetapi kamu berkata: 'Dengan cara bagaimanakah kami menipu Engkau?' Mengenai persembahan persepuluhan dan persembahan khusus!”
E Untuk Apa Persembahan Persepuluhan Digunakan?

Pada zaman Perjanjian Lama, persembahan persepuluhan dikhususkan bagi bani Lewi karena mereka tidak memperoleh tanah sebagai milik pusaka di tengah-tengah bangsa Israel.

📖
Bilangan 18:21
“Mengenai bani Lewi, sesungguhnya Aku berikan kepada mereka segala persembahan persepuluhan di antara orang Israel sebagai milik pusakanya, untuk membalas pekerjaan yang dilakukan mereka, pekerjaan pada Kemah Pertemuan.”

Pada zaman Perjanjian Baru tidak diperlukan lagi imam secara khusus dari keturunan Lewi karena sebagai anak-anak Allah kita semua adalah imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri. Jadi pada gereja Perjanjian Baru pesembahan persepuluhan digunakan untuk menunjang kehidupan hamba-hamba TUHAN yang sepenuh waktu melayani di Rumah TUHAN supaya mereka bisa sepenuhnya memikirkan pelayanan bagi jemaat. Dan selebihnya dari persembahan persepuluhan tersebut harus dikelola secara baik bagi kepentingan jemaat.

Menurut Maleakhi 3:10, untuk tujuan apa pesembahan persepuluhan diberikan?

F Kesimpulan
  1. Memberikan persembahan persepuluhan adalah bukti paling sederhana akan kasih, hormat dan ucapan syukur kita kepada Allah. Itu artinya kita terlebih suka kepada mengasihi dan menghormati TUHAN daripada kepada berkat materi. Prinsip persembahan dalam Perjanjian Baru adalah mempersembahkan seluruh hidup kita ke hadapan TUHAN, termasuk di dalamnya harta kita, waktu kita, tenaga kita seutuhnya bagi TUHAN. Jadi bukan hanya 10% dari penghasilan kita saja, tetapi 100% hidup kita adalah bagi TUHAN.
  2. Persembahan persepuluhan adalah milik TUHAN dan TUHAN ingin supaya kita memberikannya dengan motivasi yang benar di hadapan TUHAN.
  3. Persembahan persepuluhan harus diberikan ke Rumah TUHAN dan kita tidak dibenarkan untuk mengelola sendiri persembahan persepuluhan tersebut sesuai keinginan kita.
  4. Persembahan persepuluhan digunakan untuk menunjang kehidupan hamba-hamba TUHAN yang sepenuh waktu melayani di Rumah TUHAN, dan selebihnya dikelola sebaik-baiknya untuk kepentingan jemaat.

Penerapan

Setelah kita mempelajari dasar kebenaran dan sikap hati mengenai persembahan persepuluhan, buatlah suatu keputusan dalam hidup Anda untuk melakukan firman TUHAN mengenai persembahan persepuluhan.

“Bawalah seluruh persembahan persepuluhan itu ke dalam rumah perbendaharaan, supaya ada makanan di rumah-Ku dan ujilah Aku, firman TUHAN semesta alam, apakah Aku tidak membukakan bagimu tingkap-tingkap langit dan mencurahkan berkat kepadamu sampai berkelimpahan.” — Maleakhi 3:10