"Tetapi saatnya akan datang dan sudah tiba sekarang, bahwa penyembah-penyembah benar akan menyembah Bapa dalam roh dan kebenaran; sebab Bapa menghendaki penyembah-penyembah demikian."โ Yohanes 4:23
Pujian artinya menyampaikan atau menceritakan kebaikan, kehebatan, keluarbiasaan seseorang.
Pujian bisa keluar dari mulut kita oleh karena kita telah melihat, merasakan, menikmati hidup dan keberadaan pribadi yang kita puji sehingga pujian itu tidak keluar percuma tetapi memiliki kuasa kebenaran atas apa yang kita ucapkan.
Dengan memuji, kita sedang mengungkapkan syukur dan penghormatan pada Allah untuk keberadaan, segala perbuatan-Nya, atau bahkan kita sedang mengekspresikan Dia kepada orang lain.
Apa yang terjadi ketika Silas dan Paulus menyanyikan puji-pujian di penjara? (Kisah Para Rasul 16:25-26)
Menyembah berarti merendahkan diri di hadapan TUHAN untuk segala aspek kehidupan kita, sujud di hadapan Allah dan mengakui ketuhanan-Nya yang agung, lepas dari apa yang menjadi keadaan kita pada saat itu dan membawa diri kita untuk tunduk di bawah otoritas dan kekuasaan TUHAN. Di dalam penyembahan, kita mengungkapkan cinta dan pemujaan kita kepada Allah dan masuk dalam persekutuan yang sangat dalam dengan penuh rasa pemujaan yang timbul dari hati kita sebagai akibat hubungan kasih yang indah antara kita dengan Allah.
Masuk dalam penyembahan kepada Allah berarti masuk dalam persekutuan yang sangat dalam dan sangat pribadi dengan Allah sendiri.
Hanya ada satu kunci dalam pujian dan penyembahan, yaitu Darah Anak Domba (Yesus Kristus). Kita tidak akan pernah bisa masuk dan menikmati suatu pujian penyembahan yang sejati tanpa kesadaran akan Darah Anak Domba yang telah dicurahkan kepada kita gantikan dosa-dosa kita. Ia telah disembelih supaya kita dapat menghampiri tahta kasih karunia-Nya dengan berani dan menemukan pertolongan kita pada waktunya. Dengan kata lain, kita tidak akan pernah dapat menikmati/masuk dalam suatu pujian dan penyembahan yang sejati tanpa Darah Anak Domba.
Pujian dan penyembahan yang baik tidak dilihat/ditentukan oleh suara yang bagus, gerakan, musik yang luar biasa atau asesoris yang lain. Memuji dan menyembah tidak identik dengan menyanyi. Ungkapan dalam bentuk lainnya dapat kita ekspresikan untuk memproklamasikan kebesaran Tuhan dan dalam rangka penghayatan kita akan darah Yesus.
Beberapa hal yang pernah terjadi ketika orang percaya memuji dan menyembah Tuhan dengan sungguh-sungguh:
(Ringkasan: Ketika Yosafat dan umat memuji Tuhan, TUHAN mengadakan perangkap bagi musuh-musuh mereka sehingga mereka saling membunuh, dan Yehuda mendapat kemenangan besar.)
"Demikian pula para penyanyi orang Lewi itu... mereka bersama-sama memuji dan menyanyikan syukur bagi TUHAN, dengan nyaring menyanyi... dan dengan suara terompet, ceracap dan alat-alat musik lainnya, mereka mengangkat suara... dan pada saat itu juga rumah TUHAN dipenuhi awan, sehingga imam-imam tidak tahan berdiri untuk menyelenggarakan kebaktian oleh karena awan itu, sebab kemuliaan TUHAN memenuhi rumah Allah."
Bagaimana sikap hati kita ketika menyembah TUHAN? (Roma 8:14-17)
Bagaimana kita memuji dan menyembah TUHAN menurut firman TUHAN di bawah ini?
a. Mazmur 100:4
"Masuklah melalui pintu gerbang-Nya dengan nyanyian syukur, dan ke dalam pelataran-Nya dengan pujian; bersyukurlah kepada-Nya dan pujilah nama-Nya!"
b. Mazmur 32:11
"Bersukacitalah dalam TUHAN dan bersorak-soraklah, hai orang-orang benar; bersorak-sorailah, hai semua orang yang tulus hati!"
c. Mazmur 47:2
"Sebab TUHAN, Yang Mahatinggi, adalah dahsyat, Raja yang besar atas seluruh bumi."
d. Mazmur 63:5
"Demikianlah aku mau memuji Engkau seumur hidupku dan menaikkan tanganku demi nama-Mu."
e. Mazmur 149:3
"Biarlah mereka memuji nama-Nya dengan tari-tarian, biarlah mereka bermazmur bagi-Nya dengan rebana dan kecapi!"
f. Mazmur 105:3-5
g. 1 Korintus 14:15
"Jadi, apakah yang harus kubuat? Aku akan berdoa dengan rohku, tetapi aku akan berdoa juga dengan akal budiku; aku akan menyanyi dengan rohku, tetapi aku akan menyanyi juga dengan akal budiku."
Dosa membuat kita tidak memiliki keberanian menghampiri tahta kasih karunia, karena jika kita tahu bahwa kita menyimpan sesuatu yang belum dibereskan dengan TUHAN, bagaimana kita dapat memuji dan menyembah Tuhan? Dosa menjadi penghalang hubungan kita dengan TUHAN. Pada prinsipnya, TUHAN sudah mengampuni dosa kita tetapi hati nurani kita yang menuduh.
Di dalamnya tidak ada ucapan syukur yang mengundang hadirat TUHAN. Allah sangat tidak suka terhadap anak-anak-Nya yang bersungut-sungut karena:
Malu terhadap manusia akan menghalangi kita menikmati hubungan pribadi dengan TUHAN. Ketika kita menyembah, kita sedang memasuki satu saat yang paling intim dengan TUHAN, sehingga tidak ada lagi batas/penghalang antara kita dengan TUHAN.
Berdasarkan penghafalan Anda:
"Tetapi saatnya akan datang dan sudah tiba sekarang, bahwa penyembah-penyembah benar akan menyembah Bapa dalam roh dan kebenaran; sebab Bapa menghendaki penyembah-penyembah demikian."
โ Yohanes 4:23