"Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu."โ Galatia 5:22-23
Buah Roh adalah kualitas dan nilai yang sesungguhnya dari seorang Kristen. Buah Roh mengungkapkan sifat dasar/karakter Allah sendiri. Ketika Roh Kudus bekerja dalam diri seseorang dan mengubah sifatnya, maka hal yang pertama dipancarkan adalah karakter Allah tersebut.
Karakter Ilahi ini tidak bisa dihasilkan hanya dalam waktu sehari, tetapi harus melalui proses yang panjang disertai dengan sikap hati yang benar dan rela dan sering kali melalui penderitaan.
Jadi, buah Roh merupakan hasil dari proses pembentukan manusia batiniah yang harus dijalankan melalui perjuangan, pergumulan, pengorbanan dan kedisiplinan dengan penuh kerelaan hati.
Menurut Ibrani 12:10-11, untuk maksud dan tujuan apa Allah menghajar dan memberi ganjaran kepada kita?
a.
b.
c.
d.
Buah Roh Kudus hanya satu, bukan sembilan. Dalam Alkitab bahasa Yunani maupun bahasa Inggris, kata buah yang dipakai adalah dalam bentuk tunggal, bukan jamak. Artinya adalah bahwa sembilan sifat Ilahi itu merupakan satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan karena merupakan satu buah Roh. Jadi, kita tidak bisa mengutamakan dua atau tiga sifat saja dari buah Roh dan mengabaikan yang lainnya, tetapi keseluruhan sifat buah Roh harus selalu ada dalam hidup kita.
Bacalah 1 Korintus 13:1-7, lalu bandingkan dengan Galatia 5:22-23. Jelaskan hubungan yang Saudara lihat dari kedua ayat tersebut.
"Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara."
โ Roma 8:29
Pada waktu Allah menciptakan manusia, mereka diciptakan menurut peta dan teladan Allah. Menurut gambar Allah, diciptakan-Nya laki-laki dan perempuan (Kejadian 1:27). Tetapi dosa telah menyebabkan manusia kehilangan kemuliaan Allah (Roma 3:23). Manusia hidup dalam hawa nafsu daging dan pemberontakan kepada Allah (Galatia 5:19-21). Dengan pengorbanan Yesus di kayu salib, Allah ingin mengembalikan manusia kepada citranya yang semula, yaitu menjadi sepeta dan seteladan dengan Allah.
Serupa artinya segambar, sepeta, seteladan, menyamai, tidak jauh berbeda dengan aslinya.
Apakah yang sebenarnya menjadi sasaran utama Allah bagi hidup kita? (Roma 8:29)
Menurut Anda, dalam hal apa kita harus menjadi serupa dengan Kristus?
Dari manakah seseorang dapat mengenali kita sebagai anak Allah? (Matius 7:20)
"Jadi dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka."
Kehidupan Kristen yang bagaimana yang Allah inginkan dari kita? (Yohanes 15:8)
"Dalam hal inilah Bapa-Ku dipermuliakan, yaitu jika kamu berbuah banyak dan dengan demikian kamu adalah murid-murid-Ku."
Manusia memiliki kecenderungan untuk menilai/mengukur segala sesuatu berdasarkan daya tarik pada perkara lahiriah yang dapat dilihat oleh mata (=kharisma). Tidak aneh jika manusia mudah terpengaruh oleh penampilan, keterampilan, dan kehebatan seseorang dalam pelayanan.
Tetapi kita harus menyadari bahwa karunia-karunia rohani dan manifestasi karya Roh Kudus pada diri seseorang bukanlah ukuran kedewasaan kekristenan yang sesungguhnya, karena karunia rohani tidak diperoleh dengan usaha manusia, tetapi merupakan pemberian cuma-cuma dari TUHAN. Itulah sebabnya kharisma seseorang tidak berkaitan dengan tingkat kedewasaannya, atau dengan kebenaran doktrin pengajaran yang diajarkannya, atau dengan kepastian bahwa karakternya tidak bercela. Kedewasaan rohani seorang Kristen diukur/dinilai berdasarkan pada berapa banyak sifat buah Roh yang dimilikinya.
Salomo adalah raja Israel yang memiliki karunia hikmat dan marifat yang luar biasa, juga kekayaan yang sangat besar. Tetapi dalam hidupnya ia lebih mementingkan kharisma daripada pembentukan manusia batiniah. Pada akhirnya, Salomo jatuh ke dalam penyembahan berhala karena pengaruh isteri-isterinya (1 Raja-raja 11:1-3). Apa akibat yang harus dialami oleh Salomo?
a. 1 Raja-raja 11:9-11
Simson adalah seorang nazir Allah yang diperlengkapi dengan keperkasaan yang luar biasa. Tetapi keperkasaan Simson ternyata tidak diimbangi dengan pembentukan watak/karakter yang baik, ia kurang menganggap hal itu penting. Kelemahan watak Simson yang paling menonjol adalah kurangnya penguasaan/pengendalian diri terhadap keinginan mata dan seks (lawan jenis). Akhirnya Simson mengalami kejatuhan karena seorang wanita yang bernama Delila. Apakah akibat yang harus dialami Simson? (Hakim-hakim 16:21)
"Orang Filistin itu menangkap dia, mencungkil kedua matanya dan membawanya ke Gaza. Mereka membelenggu dia dengan dua rantai tembaga dan menyuruh dia menggiling di penjara."
Buah Roh memang penting, sebab itulah yang akhirnya akan dibawa masuk ke dalam kerajaan Allah, sedangkan karunia Roh akan berakhir dan lenyap (1 Korintus 13:8). Akan tetapi itu tidak berarti bahwa kita boleh mengabaikan atau menyepelekan karunia Roh. Karunia Roh perlu ditumbuhkan dan dikembangkan agar gereja Tuhan semakin efektif dan berwibawa di tengah dunia yang semakin gelap ini. Gereja mula-mula sangat disegani dan disukai oleh lingkungan mereka karena dahsyatnya karunia Roh Kudus yang bekerja pada waktu itu. Demikian pula seharusnya Gereja TUHAN pada masa kini.
Baca dan renunganlah Yohanes 15:1-8
"Akulah pokok anggur yang benar dan Bapa-Kulah pengusahanya"
"Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa"
Bagaimana caranya supaya kita dapat berbuah banyak? (Yohanes 15:5)
"Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa."
Apa yang Allah lakukan pada ranting-ranting yang tidak berbuah? (Yohanes 15:2)
"Setiap ranting pada-Ku yang tidak berbuah, dipotong-Nya dan setiap ranting yang berbuah, dibersihkan-Nya, supaya ia lebih banyak berbuah."
Apa yang dilakukan Allah terhadap ranting yang berbuah?
Dengan apakah kita dibersihkan supaya lebih banyak berbuah? (Yohanes 15:3)
"Kamu memang sudah bersih karena firman yang telah Kukatakan kepadamu."
Sikap apa yang harus kita miliki untuk dapat menghasilkan buah kebenaran? (Ibrani 12:11)
"Memang tiap-tiap ganjaran pada waktu diberikan tidak mendatangkan sukacita, tetapi dukacita. Tetapi kemudian ia menghasilkan buah kebenaran yang memberikan damai kepada mereka yang dilatih olehnya."
Kasih adalah kekuatan untuk tidak mementingkan diri sendiri. Kasih tidak mudah marah. Kasih menanggung segala sesuatu. Kasih tidak mengecewakan! Kasih adalah pengikat kesempurnaan (Kolose 3:4). Orang yang memiliki kasih ilahi adalah orang yang benar-benar kuat karena ia mampu memikirkan kepentingan orang lain dahulu sebelum kepentingannya sendiri (2 Korintus 12:14-15). Kasih itu tidak egois. Allah adalah kasih, Ia tidak mementingkan diri sendiri. Kasih itu lebih dari sekedar perasaan โ itu adalah karakter ilahi (1 Korintus 13:4-7).
Menurut laporan-laporan kedokteran, kebanyakan kekacauan mental dan emosional kalau ditelusuri asalnya adalah akibat tidak adanya sukacita. Bila sukacita menghilang dari kehidupan seseorang, ia akan layu dan lemah (Yoel 1:12). Sukacita adalah penyembuh luka hati, kepahitan dan banyak lagi masalah emosional lainnya. Tanpa sukacita, kita ditekan oleh depresi dan sejumlah penyakit lainnya. Sukacita juga membuat setan menjauh.
Damai sejahtera dari Allah menenangkan semua pikiran yang menyiksa dan tuduhan-tuduhan si iblis. Damai adalah ketenangan, itu adalah kekuatan kita. Tanpa damai sejahtera, kita diombang-ambingkan oleh musuh, tetapi kalau kita memiliki damai yang melebihi segala pengetahuan, kita akan berkemenangan (Filipi 4:7). Allah sumber damai sejahteralah yang akan menghancurkan iblis di bawah kaki kita (Roma 16:20). Tanpa damai, kita kehilangan sudut pandang dan sasaran. Perkataan dan tindakan kita menjadi sangat
Kesabaran itu juga disebut ketekunan atau ketabahan. Itu artinya bersikap tenang dan rela menanggung, walaupun terus-menerus dipancing untuk hilang kesabaran. Ini adalah buah Roh yang memampukan manusia untuk menanggung tekanan yang diakibatkan oleh godaan yang terus-menerus. Allah telah mengembangkan buah kesabaran dalam diri Paulus (1 Timotius 1:16), menampilkannya sebagai teladan bagi semua orang percaya di masa yang akan datang. Ia sabar menanggung segala sesuatu bagi orang-orang pilihan (2 Timotius 2:10). Setiap kali Paulus dikhianati, ditolak atau didera, ia menyambutnya dengan kesabaran dan meraih kemenangan atas sakit hatinya.
Kemurahan adalah kekuatan untuk bersikap lembut, tidak rewel atau suka menuntut terhadap orang lain. Itu adalah kebalikan dari sikap keras dan menuntut. Hanya orang yang kuat dapat bersikap ramah. Pada dasarnya kita memang kasar terhadap orang lain, khususnya bila kita tidak dapat memahami mereka. Kecemasan juga menghalangi kita untuk dapat menunjukkan pengampunan kepada orang lain (baca Hakim-hakim 14:14, 2 Samuel 22:36).
Kebaikan adalah kekuatan untuk melakukan apa yang benar secara moral. Kebaikan adalah kualitas roh yang didedikasikan kepada kesejahteraan kekal orang lain. Setiap perkataan dan tindakan dipertimbangkan terlebih dahulu sebelum membuat keputusan atau menawarkan nasihat. Kebaikan akan membuat seseorang untuk berhenti dan berpikir, "Pengaruh apa yang akan dihasilkan hal ini terhadap mereka?" Kebaikan adalah suatu kekuatan dan ketetapan hati untuk melakukan apa yang terbaik bagi orang-orang lain. Allah itu baik (Keluaran 34:6, Mazmur 34:9).
(Catatan: dalam Alkitab versi King James, kata yang dalam bahasa Indonesia diterjemahkan sebagai kesetiaan adalah "faith", yang berarti iman).
Iman mengalahkan dunia dan segala jerat serta pertentangannya (1 Yohanes 5:4). Iman adalah pengetahuan batiniah dan kemampuan untuk melihat jauh melebihi keadaan kita sekarang. Inilah sumber kehidupan kekristenan kita. Iman mengalahkan keragu-raguan dan ketakutan dan membawa kita untuk berhasil melewati ujian-ujian kegelapan. Iman adalah kemenangan! Setiap berkat yang kita miliki adalah oleh kasih karunia melalui iman.
Kelemahlembutan adalah kekuatan untuk tidak membalas dendam. Ini adalah kekuatan untuk tidak melawan ketika kita diserang, baik serangan melalui perkataan maupun serangan secara fisik. Ini membutuhkan kekuatan yang luar biasa. Kelemahlembutan adalah kebalikan dari kelemahan. Orang yang lemah adalah orang yang harus membalas dendam atau yang selalu ingin menang sendiri. Orang yang kuat mampu menganggap hal-hal yang menyakitkan sebagai angin lalu (Yesaya 53:7). Kelemahlembutan juga merupakan kekuatan untuk menerima keadaan-keadaan yang Allah bawa ke dalam hidup kita tanpa merasa pahit hati.
Penguasaan diri adalah kekuatan untuk mengontrol hawa nafsu. Penguasaan diri adalah kekuatan untuk tidak menuruti keinginan hati. Orang seperti Esau atau Simson tidak dianggap sebagai orang kuat karena mereka tidak mampu mengontrol hawa nafsu mereka. Penguasaan diri adalah suatu bukti kekuatan rohani yang besar (Amsal 16:32). Namun, kita harus berhati-hati dengan roh-roh religius yang menghasilkan penyangkalan diri palsu.
Berdasarkan penghafalan Anda:
"Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu."
โ Galatia 5:22-23