BDK2 ยท Karunia Roh Kudus

KARUNIA
ROH KUDUS

"Ada rupa-rupa karunia, tetapi satu Roh. Dan ada rupa-rupa pelayanan tetapi satu Tuhan. Dan ada berbagai-bagai perbuatan ajaib tetapi Allah adalah satu yang mengerjakan semuanya dalam semua orang"
โ€” 1 Korintus 12:4-6

Definisi

Karunia adalah suatu pemberian Tuhan kepada manusia yang tidak didasarkan atas keberadaan manusia itu sendiri.

Karunia Roh adalah perlengkapan istimewa yang diberikan Allah kepada tiap-tiap anak-anakNya menurut kasih karunia-Nya dan dipakai untuk pembangunan Tubuh Kristus. Dengan karunia Roh ini seseorang dimampukan untuk melakukan hal-hal supranatural oleh karena pekerjaan Roh Kudus untuk kemuliaan Allah. Karunia Roh memampukan orang percaya untuk melayani Tuhan dan jemaat-Nya dengan lebih baik.

Karunia Roh BUKAN:

Bakat atau talenta adalah kemampuan dari Tuhan yang dimiliki oleh seseorang sejak lahir baik orang yang sudah percaya Tuhan Yesus maupun belum.

Bagi kita orang percaya bakat/talenta tersebut merupakan karunia rohani.

Secara umum karunia Roh dibagi menjadi 3 golongan:

AMANFAAT DAN PRINSIP PENGGUNAAN KARUNIA ROH

Pertanyaan 1

Untuk kepentingan/maksud apa Karunia Roh diberikan?

1 Korintus 12:2-3 :

๐Ÿ“–
1 Korintus 12:2-3
"Kamu tahu, bahwa pada waktu kamu masih belum mengenal Allah, kamu tanpa berpikir ditarik kepada berhala-berhala yang bisu. Karena itu aku mau meyakinkan kamu, bahwa tidak ada seorangpun yang berkata-kata oleh Roh Allah, dapat berkata: 'Terkutuklah Yesus!' Dan tidak ada seorangpun, yang dapat mengaku: 'Yesus adalah Tuhan', selain oleh Roh Kudus."

1 Korintus 12:4-7 :

๐Ÿ“–
1 Korintus 12:4-7
"Ada rupa-rupa karunia, tetapi satu Roh. Dan ada rupa-rupa pelayanan, tetapi satu Tuhan. Dan ada berbagai-bagai perbuatan ajaib, tetapi Allah adalah satu yang mengerjakan semuanya dalam semua orang. Tetapi kepada tiap-tiap orang dikaruniakan penyataan Roh untuk kepentingan bersama."

2 Korintus 10:3-4 :

๐Ÿ“–
2 Korintus 10:3-4
"Memang kami masih hidup di dalam dunia, tetapi kami tidak berjuang secara duniawi, karena senjata kami dalam perjuangan bukanlah senjata duniawi, melainkan senjata yang diperlengkapi dengan kuasa Allah, yang sanggup untuk meruntuhkan benteng-benteng."

1 Korintus 14:12 :

๐Ÿ“–
1 Korintus 14:12
"Demikianlah juga dengan kamu: Kamu memang berusaha untuk memperoleh karunia-karunia rohani, tetapi hendaklah kamu berusaha untuk memperoleh karunia-karunia yang membangun Jemaat."

Pertanyaan 2

Apakah tujuan diberikannya karunia jawatan bagi Tubuh Kristus? Efesus 4:12

๐Ÿ“–
Efesus 4:12
"untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus."

Pertanyaan 3

Bagaimana seharusnya sikap kita terhadap karunia-karunia Roh Kudus yang diberikan? 2 Timotius 1:6

๐Ÿ“–
2 Timotius 1:6
"Karena itu kuperingatkan engkau untuk mengobarkan karunia Allah yang ada padamu oleh penumpangan tanganku ke atasmu."

POINT-POINT MANFAAT KARUNIA ROHANI:

BBAGAIMANA MENERIMA KARUNIA ROH

Pertanyaan 1

Bagaimana prinsip Firman Tuhan dalam menerima Karunia Roh?

a. 1 Korintus 12:31

๐Ÿ“–
1 Korintus 12:31
"Jadi berusahalah untuk memperoleh karunia-karunia yang paling utama. Dan aku menunjukkan kepadamu jalan yang lebih utama lagi."

b. 1 Korintus 14:1

๐Ÿ“–
1 Korintus 14:1
"Kejarlah kasih itu dan usahakanlah dirimu memperoleh karunia-karunia rohani, terutama karunia untuk bernubuat."

Pertanyaan 2

Bagaimana Karunia Roh ini diberikan? Menurut kehendak siapa Karunia Roh ini diberikan? 1 Korintus 12:11

๐Ÿ“–
1 Korintus 12:11
"Tetapi semuanya ini dikerjakan oleh Roh yang satu dan yang sama, yang memberikan karunia kepada tiap-tiap orang secara khusus, seperti yang dikehendaki-Nya."

Pertanyaan 3

Apa bantuan yang bisa diperoleh dari Saudara seiman lain? 1 Timotius 4:14

๐Ÿ“–
1 Timotius 4:14
"Jangan lalai dalam mempergunakan karunia yang ada padamu, yang telah diberikan kepadamu oleh nubuat dan dengan penumpangan tangan sidang penatua."

Pertanyaan 4

Apa yang seharusnya menjadi motivasi kita dalam menerima karunia Roh Kudus?

a. 1 Korintus 12:7, 14:12

๐Ÿ“–
1 Korintus 12:7
"Tetapi kepada tiap-tiap orang dikaruniakan penyataan Roh untuk kepentingan bersama."

b. Kisah 1:8

๐Ÿ“–
Kisah 1:8
"Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi."

Pada pelajaran ini kita akan terlebih dahulu membahas lebih dalam mengenai karunia motivasi.

CKARUNIA MOTIVASI (ROMA 12:6-8)

Bakat atau talenta adalah kemampuan dari Tuhan yang dimiliki oleh seseorang sejak lahir baik orang yang sudah percaya Tuhan Yesus maupun belum. Bagi kita orang percaya bakat/talenta tersebut merupakan karunia rohani (karunia motivasi)

Karunia motivasi diberikan Tuhan sejak kita lahir baru. Karunia ini memberikan motivasi kepada seseorang untuk bertindak sesuai dengan kemampuan yang diberikan Tuhan kepadanya, dan juga untuk memotivasi orang lain dalam pembangunan Kerajaan Allah.

Sebutkan macam-macam karunia motivasi yang ada dan contoh orang yang memiliki karunia tersebut dalam Alkitab

1. Roma 12:6

๐Ÿ“–
Roma 12:6
"Demikianlah kita mempunyai karunia yang berlain-lainan menurut kasih karunia yang dianugerahkan kepada kita: jika karunia itu adalah untuk bernubuat, baiklah kita melakukannya sesuai dengan iman."

Contoh: Matius 3:1-3

๐Ÿ“–
Matius 3:1-3
"Pada waktu itu tampillah Yohanes Pembaptis di padang gurun Yudea dan memberitakan: 'Bertobatlah, sebab Kerajaan Sorga sudah dekat!' Sesungguhnya inilah yang disampaikan nabi Yesaya tentang dia: 'Suara orang yang berseru-seru di padang gurun: Persiapkanlah jalan untuk Tuhan, luruskanlah jalan bagi-Nya.'"

2. Roma 12:7a

๐Ÿ“–
Roma 12:7a
"Jika karunia untuk melayani, baiklah kita melayani."

Contoh: Lukas 10:38-42

๐Ÿ“–
Lukas 10:38-42
"Ketika Yesus dan murid-murid-Nya dalam perjalanan, tibalah Ia di sebuah kampung. Seorang perempuan yang bernama Marta menerima Dia di rumahnya. Perempuan itu mempunyai seorang saudara yang bernama Maria. Maria ini duduk dekat kaki Tuhan dan terus mendengarkan perkataan-Nya, sedang Marta sibuk sekali melayani. Ia mendekati Yesus dan berkata: 'Tuhan, tidakkah Engkau peduli, bahwa saudaraku meninggalkan aku melayani seorang diri? Suruhlah dia membantu aku.' Tetapi Tuhan menjawabnya: 'Marta, Marta, engkau kuatir dan menyusahkan diri dengan banyak perkara, tetapi hanya satu saja yang perlu: Maria telah memilih bagian yang terbaik, yang tidak akan diambil dari padanya.'"

3. Roma 12:7b

๐Ÿ“–
Roma 12:7b
"jika karunia untuk mengajar, baiklah kita mengajar."

Contoh: Kisah 18:24-28

๐Ÿ“–
Kisah 18:24-28
"Sementara itu datanglah ke Efesus seorang Yahudi bernama Apolos, yang berasal dari Aleksandria. Ia seorang yang fasih bicara dan sangat mahir dalam Kitab Suci. Ia telah menerima pengajaran dalam jalan Tuhan. Dengan bersemangat ia berbicara dan dengan teliti ia mengajar tentang Yesus, tetapi ia hanya mengetahui baptisan Yohanes. Ia mulai mengajar dengan berani di rumah ibadat. Setelah Priskila dan Akwila mendengarnya, mereka membawa dia ke rumah mereka dan menjelaskan kepadanya jalan Allah dengan lebih teliti. Dan setelah Apolos sampai di Akhaya, ia sangat membantu orang-orang yang oleh kasih karunia menjadi percaya, sebab dengan keras ia membantah orang-orang Yahudi di muka umum dan membuktikan dari Kitab Suci bahwa Yesus adalah Mesias."

4. Roma 12:8a

๐Ÿ“–
Roma 12:8a
"jika karunia untuk menasihati, baiklah kita menasihati."

Contoh: Kisah 4:36

๐Ÿ“–
Kisah 4:36
"Demikian pula dengan Yusuf, yang oleh rasul-rasul disebut Barnabas, artinya anak penghiburan, seorang Lewi yang berasal dari Siprus."

5. Roma 12:8b

๐Ÿ“–
Roma 12:8b
"jika karunia untuk memberi, baiklah kita memberi dengan murah hati."

Contoh: Kejadian 13:2-9 / Kisah 9:36

๐Ÿ“–
Kejadian 13:2-9
"Adapun Abram sangat kaya, banyak ternak, perak dan emasnya. ... Lalu kata Abram kepada Lot: 'Janganlah kiranya ada pertengkaran antara aku dan engkau, dan antara gembalaku dan gembalamu, sebab kita ini orang-orang yang bersaudara. Bukankah seluruh negeri ini terbuka untuk engkau? Baiklah pisahkan dirimu dari padaku; jika engkau ke kiri, maka aku ke kanan; jika engkau ke kanan, maka aku ke kiri.'"

6. Roma 12:8c

๐Ÿ“–
Roma 12:8c
"jika karunia untuk memimpin, baiklah kita melakukannya dengan rajin."

Contoh: Kejadian 37-40

7. Roma 12:8d

๐Ÿ“–
Roma 12:8d
"jika karunia untuk menunjukkan belas kasihan, baiklah kita melakukannya dengan sukacita."

Contoh: Lukas 10:33-35

๐Ÿ“–
Lukas 10:33-35
"Tetapi seorang Samaria yang sedang dalam perjalanan, ketika ia datang ke tempat itu dan melihat orang itu, tergeraklah hatinya oleh belas kasihan. Ia pergi kepadanya dan membalut luka-lukanya, sesudah ia menyiramnya dengan minyak dan anggur. Lalu ia menaikkan orang itu ke atas keledai tunggangannya sendiri dan membawanya ke tempat penginapan, serta merawatnya. Keesokan harinya ia menyerahkan dua dinar kepada pemilik penginapan itu, katanya: Rawatlah dia dan jika engkau mengeluarkan biaya lebih dari ini, aku akan menggantinya, pada waktu aku kembali."

1. BERNUBUAT (Roma 12:6)

Karunia bernubuat adalah kemampuan untuk menyampaikan pesan Tuhan tentang hal-hal yang akan datang, baik untuk membangun, menasehati, meneguhkan, menghibur, mengingatkan ataupun menyadarkan. Contoh: Orang yang memiliki karunia bernubuat ini adalah Yohanes Pembaptis (Matius 3:1-2), Agabus (Kisah 21:10-11)

Ciri-ciri:

  1. Pikirannya selalu menilai hanya benar atau salah (tidak kompromi)
  2. Berkemaan keras
  3. Dapat membedakan secara jelas (peka, tajam)
  4. Ingin yang dilayani berbuah / bertobat / menjadi orang benar
  5. Berani bayar harga
  6. Jujur, berkata apa adanya.

Kelemahannya:

  1. Sangat mudah menghakimi orang lain.
  2. Suka lupa memuji (goal oriented/ingin cepat sempurna)
  3. Kurang bisa bertoleransi
  4. Mudah merasa tertuduh, susah mengampuni diri sendiri

Faedahnya bagi Gereja Tuhan

  1. Tidak kompromi dengan dosa
  2. Berani bayar harga untuk Tuhan
  3. Menyuarkan kabar keselamatan/pertobatan.

Hal-hal yang diperlukan untuk menjamkan karunia ini:

  1. Mengerti hati Bapa, supaya tidak tertuduh dan bisa mengampuni diri sendiri
  2. Mengalami pemulihan gambar diri
  3. Belajar untuk sabar terhadap orang lain dan mengerti perasaan dan keadaan orang lain.
  4. Senantiasa rendah hati
  5. Jangan gampang menilai orang/menghakimi

2. MELAYANI (Roma 12:7a)

Karunia melayani yang dimaksud disini bukan hanya pelayanan rohani, tetapi juga pelayanan jasmani. Jika diumpamakan tubuh, orang yang memiliki karunia melayani ini, dilambangkan sebagai tangan. Menggunakan benda sebagai sarana pelayanannya (things oriented).

Contoh: orang yang memiliki karunia ini dalam Alkitab adalah Marta (Lukas 10:38-42)

Ciri-ciri:

  1. Senang melayani orang di rumahnya (hospitality) sehingga orang betah di rumahnya.
  2. Sangat peka terhadap kebutuhan jasmani orang lain. Contoh: Marta tahu Tuhan Yesus belum makan.
  3. Senang melakukan sesuatu dengan tangan, tidak suka duduk-duduk untuk membuat rancangan-rancangan, melainkan senang bekerja/bertindak.
  4. Menyatakan sesuatu dengan benda bukan dengan kata-kata (say it with things)
  5. Seringkali disibukkan dengan kebutuhan orang lain, cenderung lupa kebutuhan pribadi. Contoh: Marta lupa kebutuhannya yang terutama yaitu mendengar suara Tuhan.
  6. Tidak suka memimpin, ia lebih suka mendapat tugas (tempatnya paling tepat menemani pemimpin)
  7. Tidak banyak berbicara tetapi senang membantu, dan dalam mengerjakannya tidak jadi beban.

Kelemahannya:

  1. Suka mengkritik orang lain yang tidak mau membantu, karena fokusnya benda yang dilayani.
  2. Gampang kehilangan prioritas. Contoh: Marta ditegur Tuhan Yesus karena kehilangan prioritas (terlalu sibuk)
  3. Sulit jadi pemimpin, karena merasa tidak enak/sulit dilayani kebutuhan pribadinya oleh orang lain sehingga bisa dianggap sombong (kalau mau mendelegasikan sesuatu pada orang lain merasa tidak enak/sulit percaya pada orang lain)
  4. Mudah terluka jika tidak dihargai (butuh penghargaan, tapi bukan gila hormat)

Faedahnya bagi Gereja Tuhan:

  1. Mau melakukan hal-hal yang tidak dilihat orang
  2. Suka menolong

Cara mengembangkan diri:

  1. Harus menetapkan prioritas
  2. Belajar untuk tidak menilai penghargaan orang
  3. Belajar percaya pada orang lain (dalam mendelegasikan sesuatu)

3. MENGAJAR (Roma 12:7b)

Karunia mengajar disini berbeda dengan "Pengajar" (salah satu dalam 5 jawatan Allah yang terdapat di 1 Kor 2:28). Karena orang yang memiliki karunia mengajar disini belum tentu sebagai orang yang memiliki jawatan pengajar.

Contoh: Orang yang memiliki karunia ini dalam Alkitab adalah Apolos, Priskila dan Aquila (Kisah 18:24-28).

Ciri-ciri:

  1. Sangat mahir dalam pengetahuan akan Firman Tuhan
  2. Pikirannya selalu sistematis dan logis
  3. Senang menyelidiki sesuatu / Alkitab secara dalam = senang membaca dan belajar.
  4. Selalu menilai sesuatu / ukurannya Alkitab/Firman Tuhan (yang dipikir selalu Firman Tuhan).
  5. Mantap/menguasai bahan. Persiapannya jauh-jauh hari, punya catatan yang rapi.
  6. Sangat teliti dalam kebenaran dan tidak suka memanipulasi Firman Tuhan.
  7. Terbuka terhadap kebenaran yang baru, tetapi tidak asal menerimanya.
  8. Mengajarkan satu topik berkali-kali tanpa merasa bosan dan biasanya sama

Kelemahan:

  1. Cenderung teoritis dan kurang menekankan hal-hal yang praktis
  2. Perlu waktu dalam menerima pendapat orang lain dan dalam mengambil keputusan
  3. Bisa menjadi sombong karena pengetahuannya
  4. Bisa menjadi legalisme (doktrin), hanya merupakan pengetahuan
  5. Sangat mudah tertarik pada kebenaran baru sehingga seringkali tidak fokus pada sasaran, semuanya mau dipelajari

Faedahnya bagi Gereja Tuhan:

  1. Punya standar yang benar dan pasti yaitu Firman Tuhan
  2. Punya pengertian yang dalam tentang Firman Tuhan
  3. Bila ditambah dengan karunia menasehati akan menjadi pengajar yang baik.

Cara mengembangkan diri:

  1. Harus belajar untuk mengambil keputusan dengan cepat dan tepat, terutama saat-saat yang dibutuhkan
  2. Belajar untuk menerapkan secara praktis/lebih luwes, tidak kaku.

4. MENASEHATI (Roma 12:8a)

Encourager lebih dari sekedar menasehati, tetapi menguatkan dan menghibur (dilambangkan dengan mulut). Objeknya adalah manusia (man oriented).

Contoh orang yang memiliki karunia ini dalam Alkitab adalah Yusuf yang oleh rasul-rasul disebut Barnabas yang artinya anak penghiburan (Kisah 4:36)

Ciri-ciri:

  1. Dalam melayani, banyak memakai mulut/senang ngomong. Orang ini biasanya mewarnai suasana, dan memiliki pribadi yang periang, supel, mudah bergaul, aktif.
  2. Senang menasehati orang.
  3. Bukan saja menasehati tapi juga menolong orang sampai tuntas masalahnya/follow up
  4. Senang mendamaikan orang.
  5. Reaksinya sukacita dan menguatkan / selalu berkata positif (Kisah Rasul 1: 22-25)

Kelemahannya:

  1. Banyak bicara maka ada kemungkinan kesalahan bicara
  2. Bisa kompromi untuk mencapai tujuan.

Faedahnya bagi Gereja Tuhan

  1. Memiliki pendorong untuk pertumbuhan gereja/jemaat
  2. Senang kepada hal-hal yang praktis
  3. Senang memikul beban orang lain
  4. Menjadi bagian yang membereskan masalah/persoalan

Cara mengembangkan diri:

  1. Belajar untuk berhikmat/berhati-hati dalam berbicara
  2. Belajar untuk memberi kesempatan orang lain untuk berbicara (belajar untuk mendengarkan)
  3. Jangan merasa diri paling tahu, milikilah hati yang selalu mau belajar dari orang lain.

5. MEMBERI (Roma 12:8b)

Karunia ini seringkali jarang diakui oleh pemiliknya, karena mereka punya prinsip tangan kanan memberi, tangan kiri tidak boleh tahu. Biasanya orang ini diam-diam mendukung, dan anggota tubuh Kristus lain tidak perlu tahu.

Contoh: Abraham (Kejadian 13:2)

Ciri-ciri:

  1. Senang memberi dalam bentuk pemberian nyata (uang, barang, dan sejenisnya โ€“ Kejadian 14:14)
  2. Punya iman: sukses tergantung pada Tuhan (Kejadian 13:8-9)
  3. Punya hikmat untuk memperoleh dan mempergunakan harta
  4. Punya prinsip: diberkati untuk memberkati (Kejadian 14: 19-20)
  5. Sangat taat pada prinsip kebenaran keuangan dalam Firman Tuhan
  6. Meyakini dengan kuat bahwa Allah sumber segala harta dan bebas dari cinta uang

Kelemahan

  1. Mencoba mengontrol bagaimana uang tersebut dipakai
  2. Cenderung untuk memaksa orang lain memberi
  3. Bisa mengecewakan keluarganya karena pemberiannya yang seringkali tidak didiskusikan
  4. Cenderung hanya mau memberi uang tetapi tidak mau terlibat pelayanan

Faedahnya bagi Gereja Tuhan:

Pendukung dalam pendanaan pelayanan, misi, dll

Cara mengembangkan diri:

  1. Perlu lebih banyak terlibat di dalam pelayanan, tidak hanya memberi saja.
  2. Memiliki prioritas dalam memberi, harus dapat menguasai diri dalam memberi.

6. MEMIMPIN (Roma 12:8c)

Kerinduan, kemampuan dan kuasa yang diberikan oleh Tuhan untuk menetapkan sasaran-sasaran yang sesuai dengan tujuan Allah untuk masa depan dan untuk mengkomunikasikan tujuan-tujuan ini kepada orang lain sedemikian rupa sehingga mereka dengan rela bekerja sama secara harmonis untuk mewujudkan sasaran tersebut untuk kemuliaan Allah.

Contoh di Alkitab: Yusuf (Kejadian 37-40)

Ciri-ciri:

  1. Orang yang pasti mendapatkan sesuatu/bisa menangkap dan memiliki visi
  2. Memiliki kemampuan untuk membagikan dan merealisasikan visi
  3. Mempunyai potensi untuk membuat rencana dan strategi
  4. Dapat memimpin orang lain dan mengarahkan untuk merealisasikan visi dan goal tersebut.
  5. Senang pada tantangan atau sesuatu yang baru.
  6. Mampu melihat secara menyeluruh dan menjelaskan segala sesuatu.
  7. Tidak suka melakukan pekerjaan sendiri, melibatkan orang lain.

Kelemahan:

  1. Suka kecewa kalau orang lain tidak mempunyai visi yang sama, atau orang yang dipimpinnya tidak menangkap/meresponi.
  2. Suka membangun pertahanan terhadap apa yang didapat.
  3. Mudah memakai/memanfaatkan orang lain untuk kepentingan pribadi.
  4. Mudah mengorbankan diri sendiri/keluarga untuk visi yang diterima.
  5. Cenderung untuk mengambil alih tugas/tanggung jawab, bila tidak ada pemimpin atau kepemimpinan diatasnya lemah.

Keuntungan/Kelebihan:

  1. Mampu mengatur, membangun, memotivasi orang lain untuk bekerja dalam merealisasikan visi
  2. Memiliki semangat yang luar biasa, hidupnya penuh gairah untuk mewujudkan visi, misi, target dan tujuan
  3. Mampu membuat perencanaan, menggerakkan, mendelegasikan, mengarahkan dan mengawasi orang yang dipimpinnya.
  4. Berani membuat perubahan untuk hal positif dan mewujudkan hasil.

7. BELAS KASIHAN (Roma 12:8d)

Karunia ini adalah karunia yang membuat seseorang mudah tergerak oleh kasih atau tersentuh hatinya melihat keadaan orang lain.

Contoh: orang Samaria (Lukas 10:33-35)

Ciri-ciri:

  1. Sanggup memperhatikan, menyatakan kasih secara luar biasa lebih dari yang lain.
  2. Punya perasaan belas kasihan yang halus dan hati yang lembut dari Tuhan.
  3. Peka terhadap kebutuhan orang lain akan kasih sayang
  4. Sanggup untuk tidak hanya melihat kekurangan orang lain atau bisa melihat hal-hal yang positif dari orang lain (positive thinking)
  5. Suka membela orang
  6. Mengerti gerak tubuh dan mimik orang
  7. Hati-hati dalam berbicara, tidak mau menyakiti orang
  8. Cepat menolong dan merawat mereka yang terluka, kalau tidak bisa menolong hatinya sedih.
  9. Senang memberikan miliknya untuk membantu orang lain karena belas kasihan.
  10. Memberikan rasa aman, tidak hanya secara jasmani tetapi juga rohani
  11. Dapat dipercayai
  12. Paling senang dengan roh persatuan/tidak suka perpecahan, sering dijuluki pendamai
  13. Punya prinsip segala sesuatu pasti beres kalau kita menerapkan kasih
  14. Tahan banting, kalau kesal bisa lama tapi sesudah kesalnya hilang bisa mengampuni dan percaya lagi sama orang yang membuat dia kesal.

Kelemahan:

  1. Sulit mengambil keputusan, karena punya banyak pertimbangan yang subjektif, menganalisa masalah, harus mengetahui data yang lengkap.
  2. Cenderung kompromi
  3. Dapat/sering disalah mengerti oleh lawan jenis
  4. Suka sakit hati (karena selalu pakai perasaan)
  5. Mudah tertipu

Faedahnya bagi Gereja Tuhan:

  1. Dapat diandalkan untuk menolong orang lain
  2. Membuat anggota gereja menjadi dan merasa diperhatikan

Cara mengembangkan diri:

  1. Belajar untuk tidak terlalu mengandalkan perasaan
  2. Belajar untuk dapat tegas dalam hal-hal tertentu atau tidak kompromi karena belas kasihan.
  3. Belajar untuk dapat menempatkan diri dalam memberi perhatian

1. Karunia-karunia ini dimiliki oleh semua orang, baik yang sudah dalam Tuhan maupun yang belum. Tetapi, orang yang sudah di dalam Tuhan atau lahir baru akan memiliki semua karunia setidaknya secara minimal.

2. Kita perlu terus mengembangkan karunia-karunia itu (tidak hanya sebagian saja) secara utuh supaya pribadi Yesus dapat dimanifestasikan melalui diri kita. Contoh: Seseorang yang karuniaya bernubuat atau mengajar tidak berarti tidak bisa melakukan bagian dari karunia melayani atau belas kasihan. Latihlah bagian-bagian yang kurang dan atasi kelemahan-kelemahan tiap-tiap karunia yang dimiliki.

3. Realisasi dalam usaha untuk mengembangkan diri salah satunya adalah dengan sikap yang mau belajar dari buku-buku, dari orang lain, dan tidak takut untuk mempraktekkannya.

4. Untuk semakin menyempurnakan karunia-karunia yang kita miliki, syarat yang paling mutlak adalah mau terus bertumbuh di dalam Tuhan/semakin dewasa dan konsisten melayani (1 Yohanes 15:4-5).

PPenerapan

  1. Pelajari, dan ketahui karunia motivasi Saudara sebagai seorang murid, dan terapkan dalam kehidupan sehari-hari dan dalam pelayanan. (Dapat digunakan kuisoner karunia dan juga peneguhan saudara seiman dalam kelompok PA atau dalam Persekutuan)
  2. Belajar mengembangkan karunia motivasi Saudara baik dalam kehidupan pribadi maupun dalam pelayanan (kelompok PA, komsel/ persekutuan, PD, dll)