BDK2 ยท Hati Bapa

HATI BAPA

"Aku menulis kepada kamu, hai anak-anak, sebab dosamu telah diampuni oleh karena nama-Nya."
โ€” 1 Yohanes 2:12

Di dalam pertumbuhan kita sebagai anak-anak TUHAN, pengenalan kita akan Tuhan akan terus meningkat sejalan dengan tingkat kedewasaan kita.

AMengenal Tingkat Pertumbuhan

TINGKAT PERTUMBUHAN/ KEDEWASAANKEBUTUHAN
Bayi/anakMengenal Bapa
Orang mudaMengenal TUHAN sebagai firman (TUHAN Yesus dan Roh Kudus)
Bapa-bapaMengenal TUHAN secara utuh dalam segala keberadaan-Nya

BMengenal TUHAN Sebagai BAPA

Setelah kita menjadi orang percaya, kita disebut anak-anak Allah dan Allah sendiri adalah Bapa kita. Allah mengangkat kita menjadi anak-anak-Nya. Apa yang timbul dalam pikiran kita tentang Bapa di sorga? Apakah Ia seperti bapa jasmani kita ?

Bapa di sorga adalah Bapa yang baik dan sangat mengasihi, menghargai hidup kita.

Dia menginginkan kita sebagai anak dapat hidup dalam kekayaan kasih karunia-Nya, dan tidak menginginkan seorangpun dari kita menjadi binasa.

Pertanyaan 1

Apakah yang diinginkan oleh Bapa di sorga bagi kita? (Matius 18:14)

๐Ÿ“–
Matius 18:14
"Demikian juga Bapamu yang di sorga tidak menghendaki supaya seorang pun dari anak-anak ini hilang."

Pertanyaan 2

Pemberian yang bagaimanakah yang diberikan Bapa di sorga bagi kita? (Matius 7:11)

๐Ÿ“–
Matius 7:11
"Jadi jika kamu yang jahat tahu memberi pemberian yang baik kepada anak-anakmu, apalagi Bapamu yang di sorga! Ia akan memberikan yang baik kepada mereka yang meminta kepada-Nya."
Bapa di sorgamemiliki kasihyang sempurnauntuk hidup kita.
Ia memberikansegala sesuatuyang sangat baikdan sempurnakepada kita.
"Bacalah Lukas 15:11-32."

Kisah ini menunjukkan sikap Bapa di sorga terhadap setiap anak-anak-Nya yang sudah hilang tetapi ditemukan-Nya kembali. Dalam kegagalan, kesendirian, kelemahan, kemiskinan, dan kebodohan kita datang kepada Bapa tetapi Ia tidak menolak kita. Bahkan Ia memberikan kepada kita segala sesuatu yang sangat baik dan sempurna oleh karena Ia sangat mengasihi kita. Berapa banyak kita ditolak, dibentak, ditekan ketika mengalami kegagalan demi kegagalan? Mungkin kita dituntut untuk sempurna, tanpa dapat menerima sedikitpun kelemahan. Namun Bapa di sorga tidak demikian, Ia memiliki kasih sempurna untuk hidup kita.

Pertanyaan 3

Menurut Saudara, apakah yang dirasakan 'bapa' ketika anak bungsu itu pergi meninggalkannya sesuai dengan Lukas 15:11-32?

Pertanyaan 4

Apa yang dilakukan 'bapa' selama si anak bungsu pergi meninggalkannya?

Berikut ini ada beberapa hal yang TUHAN nyatakan melalui firman akan pentingnya mengenal Tuhan sebagai Bapa

๐Ÿ“–
Yohanes 14:6
"Kata Yesus kepadanya: 'Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.'"
๐Ÿ“–
Matius 6:6
"Tetapi jika engkau berdoa, masuklah ke dalam kamarmu, tutuplah pintu dan berdoalah kepada Bapamu yang ada di tempat tersembunyi. Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu."
๐Ÿ“–
Yohanes 4:23
"Tetapi saatnya akan datang dan sudah tiba sekarang, bahwa penyembah-penyembah benar akan menyembah Bapa dalam roh dan kebenaran; sebab Bapa menghendaki penyembah-penyembah demikian."
๐Ÿ“–
Matius 5:48
"Karena itu haruslah kamu sempurna, sama seperti Bapamu yang di sorga sempurna."

TUHAN ingin agar manusia mengenal TUHAN sebagai Bapa melalui keluarga yang ada di bumi.

Di SurgaDi Bumi
Allah BapaAyah, menjadi gambaran Bapa di surga
Allah Roh KudusIbu, sebagai penolong/penghibur
Allah AnakAnak, kita adalah anak-anak-Nya.

Gambar ayah yang baik di bumi telah dirusak oleh iblis, sehingga seringkali kita mempunyai pengalaman dan kesan yang buruk dengan ayah kita. Dari keadaan tersebut kita akan memiliki gambaran Bapa di sorga yang keliru.

CBEBERAPA GAMBAR BAPA YANG KELIRU/TELAH DIRUSAK IBLIS

1. Otoritas/Pengayoman

Penyebab : bapak yang keras (diktator) atau kejam

Akibatnya :

2. Kepercayaan

Penyebab : Terutama anak yang pernah dititipkan ke panti asuhan/orang lain

Akibatnya: ragu-ragu terhadap kasih Allah

3. Penghargaan

Penyebab : Dikarenakan bapak yang jarang menghargai/memuji

Akibatnya: gambar diri menjadi rusak (minder atau sombong).

4. Disiplin yang benar

Penyebab : Dikarenakan bapak yang suka memukul anaknya tanpa memberitahukan kesalahannya.

Akibatnya : suka bicara sendiri dan menjawab sendiri.

5. Komunikasi

Penyebab : Dikarenakan bapak yang jarang berkomunikasi dengan anaknya, biasanya karena sibuk.

Akibatnya: sulit untuk berdoa/bersekutu lama dengan Bapa, khususnya jika sendiri.

Tuliskanlah kembali 1 Yohanes 2:12 berdasarkan penghafalan Anda.